Sabtu, 30 Mei 2026

Idul Adha 2026

Kisah Haru Idul Adha: Pemilik Naiki Sapi hingga Menangis Jelang Penyembelihan Hewan Kurban

Suasana Iduladha 2026 di Karanganyar dan Pasangkayu diwarnai tangis haru pemilik sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Suasana Iduladha 2026 di Karanganyar dan Pasangkayu penuh haru. 
  • Pemilik lama Sugiarto sempat menaiki sapi Ragil berbobot 1,1 ton sebelum disembelih di Masjid Babussalam.
  • Darwin di Pasangkayu menangis melepas sapi limosin 830 kg. Keduanya menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto

TRIBUNNEWS.COM - Suasana Idul Adha 2026 diwarnai tangis haru.

Seorang pemilik tampak menaiki sapinya sebelum disembelih.

Sementara di tempat lain pemilik tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan proses penyembelihan.

Pemilik Menunggangi Sapi Sebelum Dipotong

Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Babussalam, Dusun Salam, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, saat sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto bernama Ragil tiba pada Selasa (26/5/2026) malam.

Di balik kedatangan sapi berbobot 1,1 ton tersebut, tersimpan kisah menyentuh dari pemilik lamanya, Sugiarto (30), peternak asal Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.

Setelah bertahun-tahun merawat Ragil sejak masih kecil, Sugiarto tak kuasa menahan kesedihan ketika harus benar-benar berpisah dengan sapi kesayangannya.

Momen emosional itu terjadi sesaat sebelum Ragil diturunkan dari truk pengangkut.

Di hadapan warga yang menyambut kedatangannya, Sugiarto sempat menaiki sapi tersebut untuk terakhir kalinya sebelum berpamitan.

“Sapinya sempat ditunggangi pemilik lama sebelum meninggalkan, dan sempat menangis,” kata Takmir Masjid Babussalam sekaligus Ketua RW 07 Dusun Salam, Suradiyanto.

Pemandangan tersebut membuat banyak warga ikut terharu.

Bagi Sugiarto, Ragil bukan sekadar hewan ternak biasa, melainkan sapi yang telah dirawat dan dibesarkan dengan penuh perhatian hingga akhirnya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Berkurban Sapi Nyaris 1 Ton, Ria Ricis Ajarkan Anak Tentang Ikhlas di Momen Idul Adha

Truk Mogok, Kedatangan Ragil Sempat Terlambat

Perjalanan Ragil menuju Masjid Babussalam ternyata tidak berjalan mulus. Truk yang mengangkut sapi raksasa itu mengalami kendala di perjalanan sehingga jadwal kedatangannya mundur beberapa jam.

“Awalnya dijadwalkan tiba pukul 15.30 WIB, namun truk mogok, dan baru sampai pukul 21.30 WIB. Yang mengantar ke sini langsung pemilik bersama rombongan 14 orang,” jelas Suradiyanto.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, Ragil langsung ditempatkan di area kebun belakang masjid sambil menunggu proses penyembelihan pada keesokan harinya.

Pada perayaan Iduladha tahun ini, Masjid Babussalam menyembelih dua ekor sapi dan lima ekor kambing, termasuk Ragil yang menjadi perhatian masyarakat karena berstatus sebagai sapi kurban Presiden.

Sempat Ikut Kontes Sebelum Dibeli Presiden

Sebelum menjadi sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, Ragil sempat mengikuti kontes ternak yang diselenggarakan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Wonosobo pada April 2026.

Sugiarto mengaku sengaja meminta izin kepada Dinas Peternakan agar Ragil dapat tampil dalam kontes tersebut sebagai penampilan terakhir sebelum dijual.

“Saya minta izin ke dinas untuk bisa ikut kontes dan sempat bilang, ‘Kalau memang rezekinya Bapak Presiden ya rezeki, tapi kalau laku di kontes saya minta maaf.’ Alhamdulillah rezekinya Bapak Presiden Prabowo karena Ragil masuk nomor 6, sehingga saat pulang dari kontes langsung diurus dinas,” kata Sugiarto.

Menurutnya, terpilihnya Ragil sebagai sapi kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak kecil.

“Siapa yang enggak mau, peternak kecil kemudian sapinya dibeli RI 1, itu kebanggaan tersendiri,” ujarnya.

Setelah melalui proses seleksi dan administrasi, Ragil akhirnya dibeli dengan harga Rp110 juta. Sapi berbobot sekitar 1,1 ton itu resmi dilunasi pada 22 Mei 2026.

Libatkan 10 Orang Saat Penyembelihan

Puncak rangkaian kurban berlangsung pada Rabu (27/5/2026) pagi. Ragil dipindahkan dari area kebun belakang masjid menuju lokasi penyembelihan di halaman Masjid Babussalam.

Karena ukuran tubuhnya yang sangat besar, proses penanganan sapi tersebut membutuhkan tenaga ekstra. Lima warga membantu proses pemindahan, sementara sekitar 10 orang bersama empat tali digunakan untuk merebahkan Ragil sebelum disembelih.

Penyembelihan dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha), Hartono (57), sekitar pukul 08.40 WIB.

Diiringi lantunan takbir dari warga yang menyaksikan langsung, proses penyembelihan berlangsung khidmat dan lancar. Ragil pun menjadi bagian dari perayaan Iduladha yang tidak hanya sarat makna ibadah, tetapi juga menyisakan kisah haru tentang ikatan seorang peternak dengan sapi kesayangannya yang akhirnya dipercaya menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: 35 Ekor Sapi Diborong dari Peternak Boyolali, Disalurkan Lewat Pegawai Kantor Sekretariat Kabinet

Tangis Haru Pemilik Sapi Kurban

Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Agung Nurul Huda, Jalan Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, saat prosesi penyembelihan sapi kurban Presiden RI berlangsung pada Rabu (27/5/2026).

Di tengah kerumunan warga yang menyaksikan penyembelihan, seorang peternak bernama Darwin tampak berdiri memandangi sapi kesayangannya yang direbahkan panitia kurban.

Sapi limosin indukan Angus berbobot 830 kilogram itu merupakan hewan kurban Presiden RI untuk Kabupaten Pasangkayu pada Iduladha 1447 Hijriah.

Meski berusaha tegar, Darwin tidak mampu menyembunyikan kesedihannya.

Di sampingnya, sang istri dan anak mereka juga beberapa kali terlihat mengusap air mata saat menyaksikan prosesi tersebut.

Bagi keluarga kecil itu, sapi tersebut bukan sekadar ternak. Selama hampir tiga tahun, hewan itu telah dirawat dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang hingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

“Sedih juga, karena sudah lama dipelihara. Dari kecil sekali sampai sebesar ini,” ujar Darwin dengan suara bergetar.

Dirawat Sejak Berusia Enam Bulan

Darwin menceritakan, sapi itu dibelinya sekitar tiga tahun lalu di Kelurahan Martajaya saat masih berusia enam bulan.

Sejak saat itu, ia memberikan perhatian khusus agar pertumbuhan ternaknya maksimal.

Menurutnya, sapi tersebut mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan ternak lainnya. Mulai dari pakan hingga perawatan sehari-hari, semuanya diperhatikan secara khusus.

“Makannya lebih spesial, benar-benar dijaga,” katanya.

Ketelatenan Darwin membuahkan hasil. Sapi yang dirawat sejak kecil itu tumbuh hingga berbobot 830 kilogram dan akhirnya terpilih sebagai salah satu hewan kurban Presiden RI tahun 2026 di Kabupaten Pasangkayu.

Sang Istri Paling Terpukul

Di balik ketegaran Darwin, sosok yang paling berat melepas sapi tersebut adalah sang istri. Selama ini, ia menjadi orang yang paling sering merawat ternak itu, mulai dari memberi makan hingga memandikannya setiap hari.

Saat proses penyembelihan berlangsung, ia beberapa kali membalikkan badan dan mengusap wajahnya untuk menyembunyikan air mata. Kesedihan yang dirasakannya tampak jelas dari sorot mata yang berkaca-kaca.

Anak mereka pun hanya bisa memandangi sapi kesayangan keluarga itu tanpa banyak bicara. Sesekali mereka saling menguatkan di tengah suasana haru yang menyelimuti area masjid.

Bangga Sapi Dipilih Menjadi Kurban Presiden

Meski berat berpisah dengan ternak yang telah dirawat selama bertahun-tahun, Darwin mengaku ikhlas. Baginya, pengorbanan tersebut merupakan bagian dari makna Iduladha yang mengajarkan keikhlasan dan ketulusan.

“Kalau untuk kurban, apalagi ini dipilih jadi kurban Presiden, tentu kami bangga juga,” ucapnya.

Sapi milik Darwin diketahui dibeli dengan harga sekitar Rp93 juta sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden RI untuk Kabupaten Pasangkayu.

Bagi Darwin, pengalaman tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa peternak lokal mampu menghasilkan ternak berkualitas yang mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.

Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi peternak lain di Pasangkayu untuk terus mengembangkan usaha peternakan dan menghasilkan sapi unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Di balik prosesi kurban yang berlangsung khidmat, tersimpan kisah menyentuh tentang ikatan emosional antara peternak dan hewan yang telah dirawat penuh kasih sayang selama bertahun-tahun.

Namun pada akhirnya, Darwin memilih mengikhlaskan sapi kesayangannya demi menjalankan makna kurban yang sesungguhnya.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Momen Haru Warga Karanganyar Menangis & Naiki Sapi Kesayangan yang Dibeli Prabowo, Sebelum Dipotong


Artikel ini telah tayang di Tribunsulbar.com dengan judul Darwin dan Keluarga Menangis Saksikan Sapi Kesayangan Disembelih untuk Kurban

 

 

 

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved