Santriwati di Pekalongan Disebut Hamil Tanpa Laki-laki dan Melahirkan, Keluarga: Ini Takdir Allah
F mengaku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki. F diketahui melahirkan bayi laki-laki pada 13 Desember 2025.
Ringkasan Berita:
- Seorang santriwati di Pekalongan viral setelah melahirkan meski mengaku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki.
- Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir, sementara bayi telah diadopsi keluarga lain secara resmi.
- Polisi dan keluarga berupaya menjaga kondisi psikologis korban akibat tekanan sosial berkepanjangan setelah peristiwa viral tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, KAJEN - Seorang santriwati berinisial F (22) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi viral karena melahirkan tanpa ada ayah biologis anak.
F mengaku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki. F diketahui melahirkan bayi laki-laki pada 13 Desember 2025.
Ayah F, Slamet saat ditemui di kediamannya pada Senin (25/5/2026) malam mengatakan, dirinya bersama keluarga telah menerima seluruh kejadian itu sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
Meski banyak pihak meragukan penjelasan tersebut, keluarga memilih tidak larut dalam polemik yang terus berkembang.
"Kami sudah meyakini begitulah yang terjadi. Orang boleh tidak percaya, tapi kami menerima ini sebagai takdir Allah. Yang penting sekarang, anak kami bisa kembali tenang," ujar Slamet.
Berhenti Menstruasi Sejak September
Slamet menjelaskan, putrinya mulai menyadari adanya perubahan pada tubuhnya setelah tidak mengalami menstruasi sejak September 2025.
Namun selama masa kehamilan, kondisi fisik F disebut tidak menunjukkan perubahan yang lazim.
Perutnya hanya tampak membesar pada waktu tertentu, terutama menjelang Magrib hingga Isya, sebelum kembali seperti semula.
Slamet juga sempat berulang kali menanyakan kemungkinan adanya hubungan dengan laki-laki kepada putrinya.
"Namun F tetap membantah pernah menjalin hubungan asmara maupun melakukan hubungan di luar nikah," imbuhnya.
Baca juga: Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati Jawa Tengah Harus Dapat Pemulihan Menyeluruh
Selama ini, F diketahui menjalani pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Buaran sejak lulus Madrasah Tsanawiyah.
Keluarga pun meyakini lingkungan pondok menerapkan pengawasan yang ketat, sehingga mereka sulit menerima kemungkinan lain di balik kehamilan tersebut.
Bayi Diadopsi Warga Banjarnegara
Di tengah tekanan sosial yang terus meningkat, keluarga akhirnya memutuskan menyerahkan bayi laki-laki yang dilahirkan F kepada keluarga pengadopsi di Kabupaten Banjarnegara melalui proses resmi.
Langkah itu diambil demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi sang bayi sekaligus melindungi kondisi mental F.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-Bayi-121.jpg)