Sabtu, 30 Mei 2026

Santriwati di Pekalongan Disebut Hamil Tanpa Laki-laki dan Melahirkan, Keluarga: Ini Takdir Allah

F mengaku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki. F diketahui melahirkan bayi laki-laki pada 13 Desember 2025.

Tayang:
Penulis: Erik S
Freepik
ILUSTRASI BAYI - Seorang santriwati berinisial F (22) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi viral karena melahirkan tanpa ada ayah biologis anak. 

"Bayinya sehat dan tampan. Tentu ada rasa berat saat harus melepasnya, tetapi kami berpikir ini yang terbaik."

"Kalau tetap di sini, anak saya mungkin akan terus menjadi bahan pembicaraan,' tutur Slamet.

Dia menambahkan, kondisi psikologis putrinya belakangan semakin menurun sejak kisah tersebut ramai diperbincangkan. Bahkan, keluarga kini membatasi akses F terhadap media sosial agar tidak terus terpapar komentar publik.

"Awalnya dia yang menguatkan kami. Tapi sekarang, justru dia yang semakin tertekan. Kami hanya ingin masyarakat berhenti membahas ini," katanya.

Baca juga: Kuasa Hukum Santriwati Ungkap K dan N Bantu Ashari Cabuli Korban, Minta Dihukum 18 Tahun Penjara

Di tengah berbagai spekulasi yang terus berkembang, keluarga berharap masyarakat dapat menghormati privasi mereka dan menghentikan penyebaran isu yang dinilai telah menambah beban batin putrinya.

"Kami hanya ingin hidup kembali tenang. Biarlah ini menjadi urusan kami dengan Tuhan," pungkas Slamet.

Sementara itu, dokter yang menangani persalinan F, dr Imaamah Muqodassah membenarkan bahwa pasien datang ke kliniknya dalam kondisi siap melahirkan pada 13 Desember 2025 malam.

Menurutnya, bayi lahir dalam kondisi sehat dengan berat 2,9 kilogram dan menunjukkan kondisi fisik normal seperti bayi pada umumnya.

"Secara medis, usia kandungan pasien sekira 39 minggu. Ini merupakan persalinan pertama, tanpa riwayat keguguran sebelumnya," jelas dr Imaamah.

Pihak klinik baru mengetahui latar belakang kehamilan pasien setelah proses persalinan selesai, saat keluarga menyampaikan bahwa F belum menikah dan mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan. (*)

Polisi Beri Pendampingan

Polisi mengatakan telah berupaya memberikan pendampingan psikologis F.

Pendampingan itu juga ditujukan kepada keluarga santriwati yang hingga kini disebut masih menutup diri.

Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Warsito mengatakan, santriwati yang masih berusia 22 tahun berasal dari Kecamatan Karangdadap.

Namun, korban sebelumnya pernah menjadi santriwati di Pondok Pesantren PA yang berada di Kecamatan Buaran.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved