Jumat, 29 Mei 2026

Api Masih Muncul di Rumah Warga Sleman meski Septic Tank Diperbaiki, Pengamat: Kemungkinan Gas Lain

Rumah warga di Sleman terjadi kebakaran berulang kali selama enam hari, total sudah lebih dari 40 kali. Pengamat duga ada gas lain yang jadi pemicu.

Tayang:
Istimewa/TribunJogja.com
KEBAKARAN - Rumah warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilanda kebakaran berulang kali. Total sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak di rumah milik Mutfiana tersebut. 

Tak hanya dari sisi gas, menurut Chandra, jalur listrik juga perlu dilakukan pengecekan.

Ada kemungkinan kabel mengelupas atau lembab yang bisa menjadi pemicu kebakaran.

Diduga Kebocoran Gas Septic Tank

Hasil pengecekan Tim Gegana Polda DIY menyatakan rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah.

Gas itu menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban sehingga memicu munculnya kebakaran di lokasi yang berbeda-beda.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan ancaman kemunculan titik api di dalam rumah tersebut masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah."

"Gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pascapenanganan."

"Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis, dilansir dari TribunJogja.com

Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab kebakaran.

Upaya itu antara lain perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa peralon, dan memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank.

Namun, sisa gas yang terlanjut terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.

Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.

"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," katanya. 

Di sisi lain, Kapolsek Seyengan AKP Pujiono mengatakan karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan tersebut sangat sensitif.

Gas itu tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statsi di sekitar lokasi. 

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Dosen Teknik Kimia Sebut Ada Kemungkinan Gas Lain yang Jadi Penyebab Teror Api di Seyegan Sleman

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJogja.com/Christi Mahatma Wardhani/Ahmad Syarifudin)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved