Sabtu, 30 Mei 2026

Rencana Bagas Amar Hakiki Pupus usai Ditemukan Tewas Bareng Keluarga, Targetkan Wisuda Agustus 2026

Mahasiswa UGM, Bagas Amar Hakiki, ditemukan meninggal bersama keluarganya di Posong, Temanggung, Rabu (27/5/2026).

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa UGM, Bagas Amar Hakiki, ditemukan meninggal bersama keluarganya di Posong, Temanggung, Rabu (27/5/2026).
  • Penyebab meninggal diduga karena keracunan makanan barbeku yang dibawa mereka sendiri.
  • Padahal, Bagas berencana akan wisuda pada Agustus 2026 mendatang.

TRIBUNNEWS.com - Mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM), Bagas Amar Hakiki, ditemukan meninggal bersama ayah, ibu, dan adiknya saat menginap di tenda Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026).

Ayah dan ibu Bagas diketahui bernama Muhamad Ali Munawar dan Maghfirah, sedangkan sang adik bernama Alvino Evan Hakim.

Kerabat almarhum, Asadi, mengungkapkan Bagas sebenarnya telah menargetkan akan wisuda pada Agustus 2026 mendatang.

Bahkan, menurut Asadi, skripsi Bagas sudah hampir rampung.

Namun, rencana Bagas itu harus urung sebab ia telah berpulang.

"Skripsinya hampir selesai, tapi Allah berkehendak lain dengan musibah ini," kata Asadi di rumah duka Dusun Bendosari RT 4/RW 8, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026), dilansir Kompas.com.

Baca juga: Alvino Janji Akan Balas Chat jika Tiba di Posong, Esoknya Ditemukan Tewas bersama Ayah, Ibu, Kakak

Kepergian Bagas juga meninggalkan duka bagi Kraton Yogyakarta.

Sebab, ia merupakan salah satu fotografer lepas untuk Kawedanan Tandha Yekti.

"Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti."

"Jadi Bagas ini sebenarnya awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024," ujar Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, Kamis, dilansir TribunJateng.com.

"Lalu kemudian dari magang tersebut, kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," sambungnya.

Meski Bagas berstatus sebagai fotografer lepas, ia masuk dalam tim inti dokumentasi.

Ia juga dikenal sebagai sosok yang senang membantu dan bisa diandalkan.

Karena itu, kata Kartiutami, pihaknya merasa kehilangan sosok Bagas.

"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan."

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved