Selasa, 2 Juni 2026

Hari Lahir Pancasila

Diskusi Hari Lahir Pancasila di Banten, Korpus BEM PTMA Soroti Pembangunan SDM Indonesia

BEM PTMA dorong MBG jadi mandatory spending pembangunan SDM, kritik konstruktif dinilai penting kawal transparansi dan pemerataan.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
DISKUSI - Koordinator Korpus BEM PTMA Indonesia, Yogi Alidrus, menyampaikan pandangan soal MBG dalam diskusi kebangsaan di Banten, Senin (1/6/2026). 

Mahasiswa, akademisi, media, dan masyarakat sipil perlu dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan MBG untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Kedua, Digitalisasi dan Transparansi Data.

Pemerintah perlu membangun sistem pelaporan dan monitoring berbasis digital yang dapat diakses secara terbuka guna meningkatkan akuntabilitas.

Ketiga, Pelibatan UMKM dan Petani Lokal.

MBG harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok pangan.

Keempat, Evaluasi Berkala Berbasis Data.

Keberhasilan program harus diukur melalui indikator yang jelas seperti penurunan stunting, peningkatan kesehatan siswa, peningkatan kehadiran sekolah, dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Kelima, Penguatan Edukasi Gizi.

Program MBG perlu disertai pendidikan gizi bagi siswa, keluarga, dan masyarakat agar manfaatnya tidak berhenti pada pemberian makanan semata.

Pancasila, Kritik, dan Pembangunan Bangsa

Menutup diskusi, Yogi menegaskan bahwa semangat Hari Lahir Pancasila harus dimaknai sebagai upaya bersama membangun bangsa melalui dialog, partisipasi, dan pengawasan yang sehat.

Menurutnya, mendukung MBG tidak berarti menutup ruang kritik, dan mengkritik MBG tidak berarti menolak pembangunan. 

Keduanya harus berjalan beriringan demi mewujudkan kebijakan yang lebih baik.

"Pancasila mengajarkan musyawarah dan keadilan sosial. Karena itu, MBG harus kita dukung sebagai ikhtiar membangun SDM Indonesia, namun juga harus kita kawal melalui kritik yang objektif, evaluasi yang jujur, dan solusi yang konstruktif. Bangsa ini akan maju bukan karena anti kritik, tetapi karena mampu menerima kritik untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.

 

Wabup Najib Soroti Wilayah Pinggiran dan Pesantren

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mencatat sebanyak 200 unit dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan pelajar di wilayah tersebut.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Banten
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved