Berita Viral
Instruksi Ahmad Luthfi usai Jalan Randublatung-Cepu Viral, Ubah Anggaran Prioritaskan Perbaikan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengeluarkan instruksi buntut viralnya jalan rusak Randublatung-Cepu.
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengeluarkan instruksi buntut viralnya jalan rusak Randublatung-Cepu.
- Ia menyatakan, jalan tersebut akan menjadi prioritas perbaikan pada 2026.
- Sebagai langkah prioritas, pihaknya bakal melakukan perbaikan jalan tersebut melalui anggaran perubahan pada September 2026 mendatang.
TRIBUNNEWS.COM - Di berbagai pelosok Indonesia, masih dijumpai jalan rusak yang menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Jalan berlubang, berlumpur, atau bahkan tak layak dilalui kerap menjadi pemandangan sehari-hari, terutama di wilayah pinggiran dan perdesaan.
Kondisi jalan rusak parah juga terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Jalan Randublatung-Cepu menjadi sorotan setelah sejumlah video yang memperlihatkan kondisi kerusakan akses beredar luas di dunia maya, beberapa waktu lalu.
Wakil Bupati Blora bahkan sampai curhat ke Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi terkait kondisi jalan tersebut.
Setelah itu, warga melakukan aksi protes dengan menanam 30 pohon pisang di ruas jalan yang rusak tersebut.
Menanggapi viralnya warga Blora yang menuntut perbaikan ruas jalan Randublatung-Cepu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengeluarkan instruksi.
Ia menyatakan, jalan tersebut akan menjadi prioritas perbaikan pada 2026.
"Iya jalan itu (Randublatung-Cepu) prinsip menjadi prioritas kami," ujarnya kepada TribunJateng.com selepas mengikuti acara Kementerian ATR BPN di Kota Semarang, Kamis (4/6/2026).
Sebagai langkah prioritas, pihaknya bakal melakukan perbaikan jalan tersebut melalui anggaran perubahan pada September 2026 mendatang.
Ia juga menyebut, Kabupaten Blora sejak 2025 sudah menjadi daerah prioritas perbaikan jalan.
Baca juga: Rusaknya Akses Randublatung-Cepu: Sampai ke Telinga Ahmad Luthfi, Diusulkan Jadi Jalan Nasional
Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah mengguyur anggaran sebesar Rp75 miliar pada 2025.
Rinciannya, Rp45 miliar untuk perbaikan jalan provinsi dan Rp30 miliar untuk ruas jalan kabupaten.
"Ya September mendatang pada saat anggaran perubahan jalan-jalan belum maksimal (termasuk Randublatung-Cepu) akan kami maksimalkan," tuturnya.
Terkait anggaran perubahan untuk perbaikan jalan yang merosot tahun ini akibat efisiensi, Luthfi bakal menyiasatinya dengan mengalihkan dana Pokok Pikiran (Pokir) dan sumber dana lainnya.
Dia mengaku tidak ingin masyarakat sebagai pengguna jalan mengeluhkan jalan berlubang.
"Prioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan," imbuhnya, melansir Kompas.com.
Revitalisasi Pokir dinilai penting mengingat banyak usulan warga mengenai pembangunan jalan di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Blora.
Ia menyebut, banyaknya jalan berlubang di Jawa Tengah dipicu masim hujan yang Panjang.
Memasuki musim kemarau ini, pihaknya bakal memaksimalkan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan.
"Kami sedang cek lagi, jalan yang rusak berat mana saja, kami harus selesaikan," ujarnya.
Luthfi menuturkan proyek perbaikan jalan di Blora saat ini sudah berjalan.
Jika lelang sudah selesai, nantinya akan segera dilakukan perbaikan fisik jalan.
Pemprov Jawa Tengah menganggarkan perbaikan jalan Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora senilai Rp5,276 miliar pada 2026 ini sudah memasuki tahapan lelang.
Di samping itu, Luthfi menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan, sehingga penanganan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Baca juga: Respons Ahmad Luthfi Viral, Pemprov Jateng Pastikan Jalan Randublatung-Cepu di Blora Segera Digarap
Menanggapi warga yang menanam pohon pisang di ruas jalan Randublatung-Cepu, Luthfi menyatakan, aksi itu sudah tidak ada lagi.
"Sudah tidak ada, pohon pisang sudah enggak ada," bebernya.
Warga Tanam Puluhan Pohon Pisang
Viral di media sosial belum lama ini, warga menanam sekira 30 pohon pisang di ruas Jalan Randublatung-Cepu sepanjang 2,5 kilometer.
Sebelum ditanami pohon pisang, ruas jalan itu juga sempat di-grosok (timbun jalan rusak dengan batu/kerikil) oleh warga dengan uang hasil swadaya.
"Yang grosok ini dana swadaya masyarakat," ucap salah seorang warga setempat, Sunoto, saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu (31/5/2026), dilansir Kompas.com.
Seorang sopir yang sering melewati ruas jalan tersebut, Dika, menanggapi pembiaran kondisi akses yang rusak.
"(Jalan) enggak cuma jelek, sudah ampun. Lubang semua," kata dia yang seorang sopir ekspedisi pengiriman paket jurusan Surabaya-Jakarta.
Baginya, ruas jalan provinsi Randublatung-Cepu merupakan akses utama yang sering dilaluinya daripada ruas jalan yang lain.
"Soalnya jalan kalau tidak di sini mau lewat mana lagi, kalau lewat utara kita lebih jauh lagi. Lewat sini jalan seperti gini ampun sebenarnya."
"Mulai tahun berapa kebijakan pemerintah enggak ada. Jalan sini itu sudah terkenal (rusaknya)," terang dia.
Curhatan Wakil Bupati Blora ke Ahmad Luthfi
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini curhat ke Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi terkait kerusaka jalan Randublatung-Cepu.
Sri menyinggung kondisi Jalan Cepu-Randublatung yang sempat viral di media sosial akibat kerusakan yang terjadi di ruas tersebut.
Hal tersebut disampaikan Sri dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah Wilayah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora pada Selasa (26/6/2026).
Menanggapi pertanyaan itu, Ahmad Luthfi meminta para bupati dan wali kota tidak perlu takut menjadi sorotan atau viral.
Luthfi mengungkit kejadian serupa yang pernah terjadi di Kabupaten Sragen.
Saat itu, seorang kepala desa melakukan aksi mandi lumpur sebagai bentuk protes karena jalan rusak di wilayahnya belum juga diperbaiki.
Aksi itu lantas viral dan memicu perhatian publik.
Setelah video itu viral, Luthfi langsung meminta penjelasan kepada Bupati Sragen terkait persoalan tersebut.
Dari penjelasan yang diterimanya, pemerintah daerah saat itu memilih memprioritaskan pembangunan jalan di lokasi lain.
Sebab, dinilai memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara, kata Luthfi, ruas jalan yang menjadi lokasi aksi mandi lumpur membutuhkan biaya perbaikan yang besar.
Namun, manfaatnya dianggap tidak terlalu signifikan dibandingkan proyek prioritas lainnya.
Apalagi di tengah keterbatasan anggaran, Luthfi menekankan, harus ada skala prioritas.
"Nah, makanya yang bisa me-manage yang tahu wilayah adalah para bupati, wali kota, dan dinasnya."
"Harus mempunyai skala prioritas karena dengan keterbatasan fiskal dan tekanan fiskal di tempat, kita harus isa menyiasati yang semacam itu."
"Kalau kita sebagai pejabat publik viral biasa. Lek enggak viral jenengan (Anda) jangan jadi pejabat publik," ujar Luthfi dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Pemprov Jawa Tengah yang diunggah Jumat (29/5/2026).
Menurut orang nomor satu di Jawa Tengah itu, masyarakat pada dasarnya tidak mempersoalkan apakah jalan yang rusak menjadi kewenangan pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten.
Yang diharapkan warga, lanjutnya, hanyalah kondisi jalan yang baik dan nyaman dilalui.
Oleh karenanya, pemerintah daerah harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai prioritas pembangunan.
Selain itu juga memberikan pemahaman terkait penanganan infrastruktur di wilayah masing-masing.
“Yang lebih utama masyarakat tidak pernah tahu bahwa itu jalannya siapa? Prinsip jalanku kudu (harus) mulus."
"Lah itu harus kita rangkul, kita reduksi mereka perlu apa, kita kasih pengertian dia dan lain sebagainya," ungkap Luthfi.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Jawaban Gubernur Jateng Ahmad Luthfi soal Viral Jalan Randublatung-Cepu
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Iwan Arifianto, Kompas.com/Titis Anis Fauziyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jalan-Cepu-Randublatung-Blora-Ahmad-Luthfi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.