Gempa di Sulut
Penampakan Kerusakan Rumah Warga akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut
Rumah warga di Kabupaten Kep. Sangihe rusak diguncang gempa Magnitudo 7,7 Senin (8/6/2026) pagi. Warga mengungsi di tempat aman
Gempa juga terasa hingga ke Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Jika ditarik garis lurus, jarak antara Kabupaten Minahasa Utara hingga ke Kepulauan Sangihe adalah 200-250 kilometer dengan menempuh jalur laut.
Seorang warga, Roy, mengaku melihat motornya yang sedang terparkir sampai bergerak sendiri.
"Saya langsung insting, ini ada gempa. Langsung saya lari keluar," katanya, dikutip dari TribunManado.co.id.
Setelah gempa berhenti, ia langsung masuk ke dalam rumah untuk berdoa meminta keselamatan.
"Semoga Tuhan melindungi Sulut," katanya.
Seorang warga Perumahan Kawangkoan Baru di Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara mengaku banyak warga yang berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.
Grace, salah satu warga mengaku, saat gempa terjadi ia sedang mencuci piring dan mengajak anaknya untuk keluar rumah.
Ia menuturkan, guncangan gempa terasa seperti naik kapal di laut yang berombak.
"Rasanya seperti berada di atas kapal dengan lautan berombak," ujar Grace.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Rumah Warga di Desa Kawio Sangihe Rusak Akibat Gempa, Pengungsi Butuh Makanan dan Obat-obatan
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunManado.co.id, Eduard Joanly Tahulending/Arthur Rompis