Gempa di Sulut
Gempa M7,8 Guncang Sarangani Filipina, Marcos Mobilisasi Respons Darurat dan Evakuasi
Gempa M7,8 mengguncang Sarangani, Filipina, dan memicu peringatan tsunami. Presiden Marcos Jr. langsung mengerahkan respons darurat
Ringkasan Berita:
- Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan mobilisasi cepat lembaga pemerintah setelah gempa magnitudo 7,8 mengguncang Sarangani dan memicu peringatan tsunami di Mindanao
- Pemerintah menyiapkan bantuan, pusat evakuasi, serta operasi penyelamatan dan penilaian kerusakan
- Kegiatan sekolah di wilayah terdampak juga dihentikan sementara demi keselamatan warga dan pelajar
TRIBUNNEWS.COM, MANILA – Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. memerintahkan mobilisasi segera berbagai lembaga pemerintah setelah gempa bumi kuat yang mengguncang lepas pantai Sarangani dan memicu peringatan tsunami di sejumlah provinsi pesisir di Mindanao dan sejumlah wilayah lain termasuk Jepang dan Sulawesi utara Indonesia.
Dalam pernyataannya, Marcos mengatakan Kantor Pertahanan Sipil (Office of Civil Defense/OCD) dan Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (National Disaster Risk Reduction and Management Council/NDRRMC) telah mengoordinasikan operasi tanggap darurat serta pemantauan di wilayah terdampak.
Ia juga menginstruksikan Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) untuk menyiapkan bantuan logistik dan memastikan pusat-pusat evakuasi siap digunakan bagi warga yang berpotensi mengungsi.
Selain itu, Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH) diminta bersiaga melakukan penilaian kerusakan serta membersihkan jalan, jembatan, dan jalur vital lainnya guna mendukung operasi penyelamatan dan distribusi bantuan.
Marcos juga menangguhkan kegiatan belajar mengajar di semua jenjang pendidikan di wilayah terdampak di Mindanao hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Baca juga: Gempa Besar di Filipina Picu Peringatan Tsunami di Jepang, Warga Diminta Menjauh dari Pantai
Menurutnya, keselamatan para pelajar merupakan prioritas utama.
“Keselamatan anak-anak kita adalah yang utama,” ujar Marcos.
Ia menambahkan bahwa Departemen Pendidikan (DepEd) akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan penghentian sementara kegiatan sekolah tersebut.
Presiden juga mengimbau warga di daerah yang berada dalam status peringatan tsunami untuk segera menuju lokasi yang lebih tinggi dan mematuhi arahan otoritas setempat.
“Kepada saudara-saudara kita di provinsi terdampak, mohon patuhi peringatan tsunami. Segera menuju tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal,” katanya.
Marcos menegaskan pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan para kepala daerah dan kantor-kantor regional untuk memantau perkembangan situasi.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Provinsi Sarangani pada pukul 07.37 waktu setempat.
Berdasarkan laporan Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS), pusat gempa berada sekitar 32 kilometer di sebelah barat Kota Maasim dengan kedalaman 33 kilometer.
PHIVOLCS memperingatkan potensi kerusakan serta kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock) di wilayah terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GEMPABUMI11111.jpg)