Rabu, 10 Juni 2026

OTT KPK di Muara Enim

Terungkap Bupati Edison Ditangkap 5 Hari Setelah Hadiri Acara Pencegahan Korupsi Bersama KPK

Aktivitas Bupati Muara Enim, Edison sebelum terjading OTT di antaranya hadiri acara KPK hingga serahkan bantuan.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Terungkap sejumlah aktivitas Bupati Muara Enim, Edison sebelum terjaring OTT KPK.
  • Bupati Edison ditangkap 5 hari setelah menghadiri acara penandatanganan komitmen pencegahan korupsi sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bersama KPK di Palembang.
  • Bupati Edison juga sempat pimpin apel hingga menyerahkan bantuan ambulans dan mobil toilet dari PT KAI Divre III Palembang.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terungkap sejumlah aktivitas Bupati Muara Enim, Edison sebelum terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK di Jakarta dan Sumatera Selatan pada Minggu (7/6/2026) hingga Senin (8/6/2026).

Yang paling menyorot perhatian yakni Bupati Edison sempat menghadiri acara antikorupsi KPK di Palembang

Aktivitas lainnya Bupati Edison seperti biasa memimpin apel bulanan Pemerintah Kabupaten Muara Enim hingga penyerahan keputusan pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN) serta penyerahan bantuan kendaraan ambulans dan mobil toilet dari PT KAI Divre III Palembang.

 

Bupati Edison Ditangkap 5 Hari Setelah Hadiri Acara Antikorupsi

Penangkapan ini terjadi hanya berselang lima hari setelah Edison menghadiri acara penandatanganan komitmen pencegahan korupsi sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Palembang.

Palembang merupakan Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan. 

Jarak antara Palembang ke Muara Enim yakni 188 KM.

Jika ditempuh via kendaraan jalur darat memakan waktu 3 jam 31 menit.

Baca juga: Bupati Edison Ditangkap KPK: Gubernur Sumsel Herman Deru Syok Elus Dada, Wabup Sumarni Tidak Tahu 

Berdasarkan jejak digital di akun Instagram resmi @humaspimpinan_muaraenim, Edison baru saja mengikuti kegiatan penandatanganan komitmen pencegahan korupsi di sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada Kamis (4/6/2026). Bupati Edison ditangkap KPK pada Senin (8/6/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama KPK itu digelar di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang

Agenda tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru serta Deputi Bidang Informasi dan Data KPK, Eko Marjono.

Dalam unggahan dinasnya, Edison bahkan sempat memberikan imbauan tegas kepada seluruh aparatur Pemkab Muara Enim

Ia meminta jajarannya proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari penggelembungan dana (mark-up), serta menolak keras proyek fiktif demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Bupati mengimbau seluruh aparatur Pemkab Muara Enim untuk selalu proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari mark-up, serta menolak keras pekerjaan fiktif demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tulis akun @humaspimpinan_muaraenim.

bupati muara enim edison hadiri acara KPK sebelum kena OTT
Edison saat menghadiri acara penandatanganan komitmen pencegahan korupsi sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Palembang sebelum ditangkap OTT KPK (Instagram/humaspimpinan_muaraenim)

Tak disangka, pada Senin (8/6/2026), Edison justru menjadi target utama operasi senyap KPK.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan di dua wilayah sekaligus, yakni Jakarta dan Sumatera Selatan.

Total ada 10 orang yang diamankan oleh tim penyidik.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan," jelas Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026).

Budi merinci, lima dari sepuluh orang yang ditangkap merupakan pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim, termasuk sang bupati, Edison. 

Sementara itu, lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga kuat bertindak sebagai penyuap atau rekanan proyek. 

Hingga saat ini, tim KPK masih melakukan pendalaman di lapangan.

“Tim masih di lapangan, kami akan update kembali perkembangannya,” ujar Budi.

 

Gubernur Sumsel dan Wakil Bupati Muara Enim Berada di Palembang saat KPK Tangkap Bupati Edison

Saat Bupati Edison ditangkap KPK, Wakil Bupati Sumarni sedang berada di Palembang, menghadiri pelantikan Dirut Bank Sumsel Babel (BSB).

Begitu juga dengan Gubernur Sumsel Herman Deru yang berada di Palembang menghadiri acara yang sama dengan Wakil Bupati Sumarni.

Herman Deru syok hingga elus dada saat mendengar kabar Bupati Edison ditangkap KPK.

 

Uang Ratusan Juta Disita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison. 

"Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah," ujarnya.

Baca juga: Hanya Pengusung, Partai NasDem Bantah Bupati Muara Enim Edison Merupakan Kader

Budi menyebutkan bahwa operasi senyap ini terkait penerimaan uang oleh penyelenggara negara dari pihak swasta untuk proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim.

“Dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara di wilayah Kabupaten Muara Enim dari pihak swasta, berkaitan dengan pengadaan-pengadaan yang ada di Pemkab Muara Enim,” ucap dia.

 

Bupati Muara Enim Edison Sempat Pimpin Apel

Bupati Muara Enim Edison masih menjalankan sejumlah agenda pemerintahan seperti biasa sebelum akhirnya diduga diamankan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (8/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Edison memulai aktivitasnya sekitar pukul 07.30 WIB dengan memimpin apel bulanan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan keputusan pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN) serta penyerahan bantuan kendaraan ambulans dan mobil toilet dari PT KAI Divre III Palembang.

Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB, Edison menghadiri kegiatan Kick-off Program RUMPUN HIJAU (Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau) yang berlangsung di Ruang Rapat Pangripta Nusantara, Muara Enim.

Baca juga: OTT KPK di Muara Enim: Bupati Edison Terjaring, Kantor Pemkab Digeledah

Usai kegiatan tersebut, Bupati Muara Enim dijadwalkan menerima audiensi pengurus Muslimat NU Sumatera Selatan dan Muara Enim di rumah dinas bupati sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun, pada waktu yang hampir bersamaan, tim KPK diduga mendatangi rumah dinas bupati. Informasi yang beredar menyebutkan Edison kemudian diamankan dari lokasi tersebut.

Sebelum dibawa, ia sempat mengganti pakaian dinas harian (PDH) berwarna kuning khaki dengan kemeja biru lengan panjang dan celana hitam.

Saat mengikuti dua agenda resmi sebelumnya, Edison terlihat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Bahkan, ia masih melayani wawancara terkait program yang baru diluncurkan. Ketika ditanya mengenai isu penangkapan sejumlah pejabat Pemkab Muara Enim yang telah beredar sejak pagi, Edison memilih tidak memberikan komentar karena menganggap informasi tersebut belum jelas.

Sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, awak media memperoleh informasi adanya penyegelan sejumlah ruangan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Setelah mendatangi lokasi, diketahui penyegelan dilakukan oleh tim KPK yang mendapat pengawalan dari kepolisian.

Sedikitnya lima ruangan di Disdikbud Muara Enim disegel, yakni ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan.

Selain itu, penyidik KPK juga menyegel ruang tunggu dan ruang kerja Bupati Muara Enim di Kantor Bupati, serta ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.

Rumah dinas Bupati Muara Enim turut menjadi lokasi penyegelan. Informasi yang beredar menyebut Edison diamankan sekitar pukul 15.00 WIB dan kemudian dibawa menuju Palembang sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Sumber di lapangan menyebutkan tim penyidik KPK yang berjumlah belasan orang datang dalam dua kelompok menggunakan beberapa kendaraan dan mendapat pengawalan dari personel Polres Muara Enim.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim, Rusdi Khairullah, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani, dikabarkan lebih dahulu diamankan oleh penyidik KPK.

(tribun network/thf/Tribunnews.com/Sripoku/TribunSumsel)

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Momen Bupati Muara Enim Edison Sebelum Terjaring OTT, Sempat Hadiri Acara Antikorupsi KPK

Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Sebelum Kena OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison Sempat Pimpin Apel & Luncurkan Program Rumpun Hijau

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved