Minggu, 14 Juni 2026

Pelabuhan di Daerah Bersiap Hadapi Peningkatan Arus Kapal dan Ancaman Kenaikan Biaya Operasional

Lonjakan arus kapal dan perdagangan tekan layanan pelabuhan, biaya logistik terancam naik akibat pelemahan rupiah.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Manager Area Sumatera 4 PT Pelindo Jasa Maritim, Subagio Wagiman, mengatakan peningkatan trafik kapal perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan operasional.

“Pelayanan pandu tunda adalah jantungnya keselamatan kapal masuk-keluar pelabuhan. Lewat ngopi santai ini kami ingin mendengar langsung keluhan dan harapan dari pengguna jasa, INSA, ISAA, sampai pelayaran. Masukan dari beberapa perusahaan pelayaran sangat berharga untuk kami jadikan bahan evaluasi layanan pemanduan dan penundaan kapal ke depan,” kata Subagio kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

Dalam forum tersebut, sejumlah isu operasional menjadi perhatian, mulai dari waktu respons kapal pandu dan kapal tunda, koordinasi antarpetugas di lapangan, hingga kebutuhan armada tambahan untuk menghadapi potensi peningkatan trafik kapal pada 2026 dan 2027.

Perwakilan PT Jasa Armada Indonesia (JAI), Reynold Sake, menyatakan perusahaan berupaya menjaga standar keselamatan serta meningkatkan kecepatan layanan pandu dan tunda.

Peserta forum juga menyoroti pentingnya komunikasi antara nahkoda kapal, petugas pandu, operator kapal tunda, dan agen kapal untuk meminimalkan potensi keterlambatan layanan.

Dari sisi pengguna jasa, pelaku pelayaran menilai kepastian waktu sandar dan kecepatan koordinasi masih menjadi kebutuhan utama dalam mendukung kelancaran aktivitas logistik.

“Yang kami butuhkan kepastian waktu sandar dan koordinasi yang cepat. Ngobrol santai begini bikin komunikasi jadi lebih cair, jadi masalah kecil nggak perlu jadi besar,” ujar Ketua INSA Teluk Bayur.

Forum tersebut menghasilkan sejumlah poin evaluasi, termasuk peningkatan respons layanan pandu dan tunda, penguatan koordinasi operasional, serta peninjauan kebutuhan armada tambahan.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan Angkutan Barang

Meningkatnya aktivitas logistik turut berdampak pada pergerakan kendaraan angkutan barang menuju kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menambah kepadatan lalu lintas di jalur distribusi utama.

Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, mengatakan tingginya volume kendaraan berat menuju pelabuhan memerlukan penataan yang lebih baik.

"Hampir 70 persen traffic lalu lintas ke pelabuhan itu didominasi oleh truk tangki CPO. Inilah yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan dan kecelakaan. Karena itu, kami berharap jalan Bypass menuju pelabuhan bisa lebih tertib dan aman," kata Rachmad Wijaya, Sabtu (6/6/2026).

Sebagai bagian dari pengaturan arus kendaraan, telah beroperasi area parkir kendaraan angkutan barang di Jalan Bypass Km 2, Lubuk Begalung, Kota Padang.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengimbau pengusaha transportasi dan pemilik armada memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Daripada parkir di luar dan menghadapi berbagai persoalan, lebih baik parkir di dalam. Lebih aman, lebih tertib, dan insyaallah biayanya juga lebih terjangkau," ujarnya.

General Manager Pelindo Teluk Bayur, Ferial Dunan, mengatakan area parkir tersebut dibangun untuk mendukung aktivitas logistik yang terus berkembang.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved