Berita Viral
Misteri Teror Api di Sleman, UGM Temukan Diduga Penyebab, BPBD Tunggu Hasil Ahli Lain
UGM mengungkap dugaan penyebab api misterius yang lebih dari 20 hari muncul di rumah warga Sleman. BPBD masih menunggu kajian lanjutan.
"Tergantung dari beliau-beliau (para peneliti), cepat oke, lambat oke. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bentrokan spekulasi yang membingungkan masyarakat," pungkasnya.
BPBD Pertimbangkan Status Kedaruratan
Sebelumnya, BPBD Sleman tengah mempertimbangkan status kedaruratannya.
Bambang Kuntoro, penetapan status tersebut akan dikeluarkan apabila para ahli sudah mengeluarkan hasil kajian ilmiah.
"Status tanggap darurat khusus masih menunggu kajian ilmiah para ahli, karena sekarang belum semua observasi rampung," ujar Bambang, dikutip dari TribunJogja.com.
Meski begitu, intensitas munculnya api saat ini sudah makin berkurang.
Dalam satu hari yang biasanya bisa berkali-kali muncul, akhir-akhir ini hanya satu hingga tiga kali saja.
BPBD Pasang CCTV dengan Sensor Gerak
Pihak BPBD Sleman memasang kamera CCTV yang dilengkapi dengan sensor gerak di rumah korban.
Bambang Kuntoro mengatakan, pemasangan ini dilakukan karena belum adanya saksi mata yang melihat secara langsung detik-detik awal munculnya letupan api yang membakar barang-barang di rumah Agusyani.
"Kami ingin melihat seperti apa toh asal muasal munculnya api itu,"
"Karena belum pernah ada yang melihat secara langsung proses dari terjadinya kemunculan api hingga menyebabkan kebakaran di beberapa spot itu, sehingga (dengan memasang CCTV) kami bisa mendapatkan 'oh ternyata begini prosesnya'," ujar Bambang, Senin (8/6/2026).
Rekaman tersebut nantinya akan diberikan ke tim ahli untuk dianalisis.
Baca juga: Teror Api Warga Sleman Masih Berlanjut, BPBD Tunggu Keputusan Ahli untuk Tetapkan Status
Data visual tersebut tak hanya jadi dokumentasi, namun juga sebagai bukti tambahan untuk penelitian.
Selain itu, CCTV juga dipasang untuk meningkatkan keamanan rumah Agusyani karena banyak orang yang datang ke rumah korban.
"Ketika rumah yang terdampak Bu Fia (Agusyani) ini sering dimasuki orang, kalau ada apa-apa kehilangan, atau apa, yang tidak pas bisa termonitor,"
"Termasuk tamu-tamunya siapa saja yang datang bisa termonitor,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/teror-api-di-sleman-yogyakarta-asdfwef.jpg)