Rumah Dinas Wabup Deli Serdang Lom Lom Suwondo Ditembak, Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi
Rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo diduga ditembak. Polisi menyelidiki kemungkinan aksi intimidasi
Ringkasan Berita:
- Rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo diduga menjadi sasaran penembakan yang menyebabkan kaca jendela kamar utama berlubang
- Lom Lom menilai kecil kemungkinan peluru nyasar dan menduga ada unsur intimidasi terhadap pejabat publik
- Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden yang memicu perhatian soal keamanan penyelenggara pemerintahan daerah
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo diduga mendapat teror dari orang tidak dikenal (OTK).
Rumah dinasnya yang berada di Kompleks Perkantoran Bupati Deliserdang diduga ditembak sehingga kaca jendela kamar utama bolong diduga terkena proyektil peluru.
Dugaan penembakan yang merusak kaca jendela rumah dinas Lom Lom Suwondo memunculkan pertanyaan mengenai keamanan pejabat publik sekaligus kemungkinan adanya upaya intimidasi terhadap penyelenggara pemerintahan daerah.
Kasus itu telah dilaporkan kepada kepolisian dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
Tim Inafis Polresta Deliserdang juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Kepada wartawan, Lom Lom mengaku baru mengetahui adanya kerusakan, Minggu (14/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB setelah pulang dari kunjungan kerja di Kecamatan STM Hulu.
Baca juga: Penembakan di Texas Tewaskan 1 Orang dan Lukai 10 Lainnya, Pelaku Tewas Setelah Kepungan Polisi
"Saya masuk ke kamar dan mendapati pecahan kaca di lantai tidak jauh dari jendela. Dugaan sementara ditembak dari luar," ujarnya.
Menurut Lom Lom, posisi kaca yang pecah berada sangat dekat dengan tempat tidurnya.
Temuan itu membuatnya langsung melaporkan kejadian kepada pihak terkait, termasuk aparat keamanan yang bertugas di rumah dinas.
Ia mengaku sempat mencari benda yang diduga proyektil peluru, namun hingga kini belum ditemukan.
Dugaan Intimidasi Masih Diselidiki
Lom Lom menilai kemungkinan peluru nyasar relatif kecil mengingat rumah dinas tersebut dikelilingi tembok setinggi sekitar 2,5 meter dan berada dalam kawasan perkantoran pemerintahan yang dijaga selama 24 jam.
"Kalau menurut saya ini peluru nyasar tidak mungkin. Kemungkinan besar ada motif intimidasi atau upaya mengganggu pejabat negara," katanya.
Meski demikian, hingga saat ini aparat kepolisian belum menyimpulkan apakah kerusakan tersebut benar disebabkan oleh tembakan, peluru nyasar, atau faktor lainnya. Polisi masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik di lokasi.
Terlepas dari penyebabnya, kejadian ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pejabat publik yang menjalankan tugas pemerintahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/penembkan1111111.jpg)