6 Perangkat Desa di Demak Jateng Diberi SP 2 Buntut Pesta Miras, Ini Kata Kepala Desa
Kepala Desa Turitempel, Rohmat mengatakan, dari hasil penyelidikan internal terdapat enam perangkat desa yang terbukti terlibat pesta miras
Saat itu, disebutkan kepala desa sedang sakit sehingga tidak datang ke kantor.
Kejadian yang melibatkan perangkat Desa Tritumpel, Kecamatan Guntur tersebut viral di media sosial Instagram.
Kepala Desa Turitempel, Rohmat mengonfirmasi adanya kejadian tersebut.
Saat itu, Jumat (12/6/2026), dirinya sedang sakit dan tidak berada di kantor.
Rohmat mengatakan, informasi itu pertama kali ia dapati dari Pokja yang sedang mengerjakan tugas lomba desa.
“Saya kaget ditelepon beberapa kali karena saya sakit, tidak tak angkat, kemudian tak angkat ini ada apa kok telepon terus, kemudian memberitahukan kejadian terkait ada beberapa perangkat mabuk-mabukan sambil karaoke,” kata Rohmat, melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2026) siang.
Rohmat menjelaskan, semula ia tidak percaya hingga Pokja mengirimkan foto kejadian tersebut.
“Karena saya tidak percaya dari Pokja tersebut motret keberadaan di ruangan itu, benar ik, sehingga saya voice ke beberapa lembaga kami dengan emosi saya, pokoknya biar dibaca biar berhenti gitu kan,” katanya.
Baca juga: 215 Pelajar Hadiri Pesta Miras Berkedok Bukber di Magelang, Polisi Sita Miras hingga Kembang Api
“Saya juga marah-marah ke BPD, lembaga pengawas jenengan-jenengan jangan sampai kaya sapi ompong diam saja, Pak Lurah juga butuh rekomendasi dari njenengan, kaya macan ompong saja saya bilang seperti itu,” ungkapnya.
Rohmat mengungkapkan, terdapat 5 oknum perangkat desa yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Tiga orang dari Desa Turitempel dan 2 orang dari perangkat desa lain.
“Ya Allah, hampir sering, cuma tidak melibatkan orang banyak, ini kan ada perangkat dari luar 2, terus carik saya malah memberi minuman, terus ada 5 atau 6 itu,” ungkapnya.
Rohmat menegaskan, ia juga sudah menegur oknum perangkat tersebut secara tertulis melalui Surat Peringatan (SP), namun tidak diindahkan.
“Padahal sudah diperingatkan Pak Camat, saya undang saya sudah SP1 itu, kalau saya SP tiga kali kan cukup, itu tak diamkan.
Di hati-hati di kantor jangan sampai keluarga malah tahu,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Oknum-perangkat-Desa-mabuk.jpg)