Asah Talenta Kreatif, YPBLC Dukung Gema Luhur Choir Tampil di Panggung Nasional
Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, mendadak terasa magis pada Selasa (16/6/2026).
Ringkasan Berita:
- Gema Luhur Choir tampil memukau pada ajang Semesta Berpesta 2026 di Stadion Pakansari melalui aransemen lagu daerah yang modern.
- Keikutsertaan ini merupakan bentuk investasi yayasan untuk mencetak mahasiswa yang kreatif dan kompetitif di skala nasional.
- Mahasiswa tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu mendominasi panggung industri kreatif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, mendadak terasa magis pada Selasa (16/6/2026).
Di tengah gelombang antusiasme ribuan penonton yang memadati ajang Semesta Berpesta Bogor 2026, alunan suara harmonis memecah suasana.
Gema Luhur Choir, paduan suara Universitas Budi Luhur, tampil perdana di panggung berskala nasional dan sukses membius penonton sejak not pertama dibunyikan.
Mereka membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat, sebelum kemudian mengubah atmosfer menjadi energik melalui aransemen modern lagu daerah Bali, Janger.
Perpaduan teknik vokal yang presisi dengan balutan aransemen kontemporer membuat penampilan mereka menjadi magnet perhatian, membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu mendominasi panggung industri kreatif.
Di balik penampilan memukau tersebut, terdapat dukungan sistematis dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC).
Sejak Mei lalu, yayasan telah mengawal persiapan Gema Luhur Choir secara intensif—mulai dari mematangkan teknik vokal hingga menyempurnakan koreografi yang kompleks.
Bagi Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., kehadiran Gema Luhur Choir di ajang besar ini adalah perwujudan visi pendidikan holistik.
Menurut dia mengasah sisi seni mahasiswa sama krusialnya dengan mengejar prestasi akademik.
"Kami percaya bahwa pendidikan seutuhnya tidak hanya lahir dari mimbar akademik, tetapi juga dari panggung-panggung kreativitas. Dukungan penuh kami adalah bentuk investasi jangka panjang. Kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbudaya, memiliki kepercayaan diri tinggi, dan siap bersaing di industri kreatif nasional," kata Julian .
Sementara itu, Gabriel Owen, Choir Director Gema Luhur Choir, mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari manajemen yayasan menjadi bahan bakar moral yang luar biasa bagi tim.
Baginya, pilihan lagu Janger adalah sebuah pernyataan sikap: mahasiswa Budi Luhur ingin menunjukkan bahwa budaya lokal bisa dikemas dengan standar modern yang kompetitif.
"Dukungan ini memberi kami kepercayaan diri untuk tampil di level yang lebih tinggi. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Budi Luhur mampu mengemas warisan budaya dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan esensinya. Ini adalah pintu pembuka bagi kami untuk terus memperluas exposure dan membawa nama baik institusi ke panggung-panggung yang lebih luas lagi," kata Gabriel.
Penampilan di Semesta Berpesta ini menjadi tonggak penting bagi Gema Luhur Choir.
Dengan dukungan infrastruktur dan pendampingan yang solid dari yayasan, kelompok ini kini siap melangkah lebih jauh sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di kancah seni nasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dalam-ajang-Semesta-Berpesta-Bogor.jpg)