Fenomena Geiser di Bumi dan Tata Surya, Di Yellostone Tak Setinggi di Bulannya Planet Saturnus
Fenomena itu biasa terjadi secara berkala dan terbentuk secara alami pada beberapa lokasi yang dekat dengan gunung berapi
TRIBUNNEWS.COM -- Salah satu kejadian alam yaitu air yang memancar dari sebuah lubang di bumi dinamakan geiser.
Fenomena itu biasa terjadi secara berkala dan terbentuk secara alami pada beberapa lokasi yang dekat dengan gunung berapi dan memiliki air bawah tanah.
Batuan bawah tanah yang berada di sekitar gunung berapi akan memiliki suhu tinggi yang bisa memanaskan air bawah tanah.
Jika terdapat reservoir di bawah tanah, dan air mendidih akibat batuan panas, ini akan menghasilkan uap air yang memicu tekanan tinggi di dalam reservoir.
Baca juga: WHO Akui Efek Varian Omicron Lebih Rendah dari Virus Covid-19 Varian Delta
Kondisi tersebut yang membuat air memancar ke luar seperti ledakan air dan uap air.
Geiser tertinggi di dunia Geiser tertinggi di Bumi berada di Taman Nasional Yellowstone, tepatnya Geiser Steamboat.
Erupsi yang terjadi pada geiser satu itu berkisar antara 91 sampai 121 meter. Frekuensi erupsinya geiser ini tidak menentu.
Namun, tiga tahun terakhir merupakan tahun paling aktif dari geiser ini.
Baca juga: Fenomena Bintang ini Bisa Berakibat Buruk Bagi Bumi Bila Terjadi Pada Matahari
Pada tahun 2018, Geiser Steamboat erupsi sebanyak 32 kali.
Sedangkan pada tahun 2019 terjadi erupsi sebanyak 48 kali dan pada 2020 sebanyak 48 kali.
Uniknya, Geiser Steamboat mengalami beberapa kali dorman.
Dorman pertama kali tercatat pada tahun 1911 sampai 1961.
Setelah dorman selama 50 tahun, geiser ini kembali aktif pada tahun 1962.
Selain itu, dorman juga terjadi pada tahun 1991 sampai 2000 dan 2007 sampai 2003.
Peneliti masih belum menemukan mengapa geiser ini bisa memasuki masa dorman yang lama dan bisa kembali aktif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/grand-prismatic-spring-di-area-midway-geyser-basin-di-taman-nasional-yellowstone.jpg)