Kamis, 21 Mei 2026

Fenomena Geiser di Bumi dan Tata Surya, Di Yellostone Tak Setinggi di Bulannya Planet Saturnus

Fenomena itu biasa terjadi secara berkala dan terbentuk secara alami pada beberapa lokasi yang dekat dengan gunung berapi

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Instagram/dbradmills
Grand Prismatic Spring di area Midway Geyser Basin di Taman Nasional Yellowstone 

Geiser tertinggi di dunia yang sudah punah Geiser tertinggi di dunia yang pernah tercatat ternyata sudah tidak aktif lagi.

Baca juga: Fenomena Astronomis Pekan Kedua Desember 2021: Terjadinya Fase Bulan Perbani Awal dan Komet Leonard

Geiser tertinggi di dunia yang pernah tercatat sejarah adalah Geiser Waimangu di Selandia Baru.

Geiser ini pernah erupsi hingga 457 meter antara tahun 1900 dan 1904.

Sayangnya, pada 1904, Geiser Waimangu dinyatakan mati dan tidak pernah aktif kembali.

Geiser Waimangu mendapatkan namanya dari Bahasa Maori yang merupakan bahasa setempat yang berarti air hitam.

Hal ini disebabkan karena setiap kali erupsi, air yang disemburkan membawa lumpur dan batuan yang banyak sehingga berwarna hitam.

Geiser tertinggi di tata surya Ternyata fenomena geiser tidak hanya terjadi di Bumi, namun juga di planet lain.

Geiser pernah terdeteksi terjadi di Enceladus, bulannya Saturnus dan Io, bulannya Jupiter.

Uniknya, geiser mereka berbeda dengan geiser yang terjadi di Bumi.

Geiser di Bumi terjadi karena adanya pemanasan. Sedangkan geiser di Enceladus dan Io menyemburkan air dingin dan es.

Baca juga: Fenomena Astronomis Desember 2021 Pekan Pertama: Gerhana Matahari Total hingga Puncak Hujan Meteor

Keduanya menyemburkan air yang sangat tinggi bukan hanya karena tekanannya tinggi, namun juga karena keduanya memiliki gravitasi yang lebih rendah dari Bumi.

Pada tahun 2011, pesawat luar angkasa Cassini miliki NASA melewati Enceladus dan sedang terjadi erupsi geiser.

Erupsi tersebut menyemburkan air es setinggi 99 kilometer dan menjadi geiser tertinggi di tata surya yang pernah tercatat.

Lokasi terjadinya geiser

Geiser adalah kondisi yang sangat jarang terjadi. Kondisi ini terbentuk secara kebetulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved