Jumat, 10 April 2026

Gerhana Bulan Total

BMKG: Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 18.03 WIB.

bmkg
GERHANA BULAN TOTAL - Gerhana bulan total. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 18.03 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memastikan Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
  • Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.
  • Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.

Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. 

Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

"Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi," kata Nelly dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Langit Komodo Memerah! Gerhana Bulan Total Terekam Jelas oleh BMKG

Secara keseluruhan, durasi gerhana hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik.

Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik.

Sementara fase Totalitas di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

"Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi," katanya.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bertepatan Bulan Ramadan, Ini Jadwalnya di Indonesia

Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.  

Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit.

Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.

"Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan," ujarnya.

GERHANA BULAN TOTAL - Gambar fenomena gerhana bulan total atau Blood Moon yang diamati oleh seorang dari Indonesia dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), Sabtu (6/9/2025).
GERHANA BULAN TOTAL - Gambar fenomena gerhana bulan total atau Blood Moon yang diamati oleh seorang dari Indonesia dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), Sabtu (6/9/2025). (Hasil Olah AI/gemini.com)
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved