Penguatan Kajian Ilmiah Alquran, Liga Muslim Dunia Bentuk Dewan Global
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, resmi membentuk Dewan Dunia Mukjizat Ilmiah
Ringkasan Berita:
- Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, resmi membentuk Dewan Dunia Mukjizat Ilmiah dalam Alquran dan Sunnah
- Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) adalah organisasi Islam internasional yang berdiri sejak tahun 1962 di Mekkah, Arab Saudi
- Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dalam bidang pendidikan dan penelitian ilmiah berbasis nilai-nilai Islam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia atau Muslim World League (MWL) Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, resmi membentuk Dewan Dunia Mukjizat Ilmiah dalam Alquran dan Sunnah di Kuala Lumpur, Malaysia.
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) adalah organisasi Islam internasional yang berdiri sejak tahun 1962 di Mekkah, Arab Saudi.
Baca juga: Liga Muslim Dunia Serahkan 1 Juta Riyal untuk Dukung Tradisi Meugang di Aceh
Organisasi ini berfungsi sebagai wadah global untuk memperkuat persatuan umat Islam, menyebarkan ajaran Islam, serta mempromosikan perdamaian dan kerja sama antarbangsa.
Peresmian tersebut digelar bersamaan dengan penutupan kompetisi internasional yang diikuti puluhan ribu peserta dari kawasan ASEAN.
Dalam ajang tersebut, peserta asal Indonesia tampil dominan dengan mencatatkan 125 pemenang. Mereka berhak atas hadiah uang tunai dengan total nilai lebih dari Rp125 juta.
Selain itu, enam peserta terbaik asal Indonesia juga mendapatkan penghargaan tertinggi berupa paket perjalanan umrah gratis.
“Program ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap hubungan antara iman dan sains melalui pendekatan yang interaktif dan inklusif,” ujar Mohammed Al-Issa dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Kompetisi tersebut merupakan pengembangan dari format acara televisi yang kini merambah platform digital melalui siaran langsung, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Hampir 60.000 peserta terlibat dalam program ini, yang dirancang untuk menyosialisasikan bukti-bukti ilmiah dalam Alquran dan Sunnah secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Baca juga: Usai Bertemu Prabowo, Liga Muslim Dunia Mau Bangun Museum Nabi Terbesar di Jakarta
Selain menutup kompetisi, Al-Issa juga menandatangani tujuh perjanjian kerja sama strategis dengan berbagai lembaga di Malaysia, termasuk instansi pemerintah, universitas, dan pusat riset.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dalam bidang pendidikan dan penelitian ilmiah berbasis nilai-nilai Islam.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan riset ilmiah yang selaras dengan nilai-nilai keislaman yang moderat dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ligaaaa-muslim-dunia.jpg)