Fenomena Pink Moon April 2026, Ini Waktu Puncak dan Fakta Menariknya
Pink Moon 2026 terjadi awal April dengan puncak pada 1 April malam waktu Amerika, saat Bulan tampak penuh dan terang sempurna.
Ringkasan Berita:
- Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang terjadi setiap bulan April dan dapat diamati dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
- Pada tahun 2026, fenomena ini diperkirakan terjadi pada 1 hingga 2 April, dengan puncaknya sekitar 2 April pukul 09.11 WIB.
- Nama Pink Moon berasal dari bunga liar berwarna merah muda, Phlox subulata, yang mekar pada awal musim semi di Amerika Utara.
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena Pink Moon atau bulan merah muda akan terjadi pada awal bulan April 2026.
Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang terjadi setiap bulan April dan dapat diamati dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Pada tahun 2026, fenomena ini diperkirakan terjadi pada 1 hingga 2 April, dengan puncaknya sekitar 2 April pukul 09.11 WIB.
Ini saat Bulan berada pada posisi berlawanan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya tampak terang sempurna dari Bumi.
Dikutip dari starwalk.space, secara astronomis, Bulan akan berada di sekitar konstelasi Virgo.
Kondisi ini membuat bulan purnama terlihat jelas dan menjadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati.
Waktu Kemunculan Pink Moon 2026
Fenomena ini dapat diamati tanpa alat khusus dan terlihat jelas dengan mata telanjang.
Di Indonesia, waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah saat malam hari.
Melansir laman stiestekom.ac.id, beberapa waktu penting yang perlu diperhatikan
- 1 April 2026 malam mulai terlihat penuh.
- 2 April 2026 puncak fase purnama sekitar pukul 09.11 WIB.
- Malam 2 April tetap bisa diamati dengan jelas.
Meskipun puncaknya terjadi pada pagi hari, penampakan terbaik justru saat malam setelah matahari terbenam.
Baca juga: Catat! Fenomena Astronomi April 2026 dari Bulan Purnama Pink Moon hingga Hujan Meteor Lyrid
Asal-usul Nama Pink Moon
Meski disebut Pink Moon, Bulan tidak benar-benar berwarna merah muda.
Nama tersebut berasal dari bunga liar berwarna merah muda, Phlox subulata, yang mekar pada awal musim semi di Amerika Utara.
Menurut Dr. Chris North dari School of Physics and Astronomy, Cardiff University, penamaan bulan purnama sudah dilakukan sejak lama oleh masyarakat, termasuk penduduk asli Amerika.
Tradisi ini kemudian dipopulerkan pada 1930-an oleh Old Farmer’s Almanac, yang memberi nama pada setiap bulan purnama sepanjang tahun, termasuk Pink Moon, dikutip dari BBC Science Focus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gerhana-Bulan-Merah-Darah-Hiasi-Langit-Jakarta_20250908_031355.jpg)