Romahurmuziy Ditangkap KPK
Profil Ketum PPP Romahurmuziy yang Ditangkap OTT KPK, Termasuk Cicit Pendiri NU
Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy Ditangkap OTT KPK di Jawa Timur pada Jumat (15/3/2019), simak profilnya berikut ini termasuk cicit pendiri NU
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Tiara Shelavie
Hal itu karena Romahurmuziy merupakan darah biru NU, yakni cicit pendiri NU KH Wahab Chasbullah.
Peneliti Forum Kajian Islam dan Politik UIN Sunan Kalijaga M. Affan Hasyim mengatakan, selama ini nuansa NU di PPP nyaris tidak terdengar, karena yang memimpin PPP bukan berasal dari kalangan NU Mainstrem.
Dia mencontohkan Hamzah Haz dan Suryadharma Ali hanyalah kader NU santri.
Sementara Romahurmuziy merupakan keturunan pendiri NU.
"Jadi nuansanya beda, istilah saya kalau selama ini darah biru NU ada di PKB, sekarang darah biru NU juga memimpin PPP. Saya kira ini akan menjadi menarik melihat konfigurasi politik kalangan Nahdliyin ke depan," kata Affan kepada wartawan, Rabu (5/11/2014).
2. Cucu mantan Menteri Agama
Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy merupakan putra dari pasangan KH. Tolchah Mansoer dan Hj. Umroh Machfudzoh, pendiri IPNU dan IPPNU.
Romi merupakan cucu dari mantan Menteri Agama RI KH. Wahib Wahab.
Apakah PPP bisa mendulang suara besar di basis-basis NU? Affan menilai jalan itu terbuka lebar.
Menurut dia sangat bergantung pada kelihaian politik dari elite-elite PPP khususnya yang dari kalangan Nahdliyin.
"Jalan itu sudah terbuka lebar, sekarang bagaimana bisa memaksimalkan jalan tersebut," tandasnya. Mengenai konflik PPP, Affan menyarankan agar kedua kubu harus islah dan mengakhiri perbedaan.
3. Karir Rommy
Dikutip dari laman romahurmuziy.com, Romahurmuziy adalah pria kelahiran Sleman, 10 September 1974.
Gus Rommy sapaan akrabnya adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan sekaligus anggota DPR RI periode 2014-2019 mewakili Jawa Tengah VII.
Sebelum menjadi Ketua Umum, Gus Rommy menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PPP periode 2011-2015 yang terpilih dalam Muktamar VII PPP tahun 2011.