Sabtu, 23 Mei 2026

Puasanya Selebriti

Dituduh Menjiplak Lagu, Armada Anggap Itu Ujian Ramadan

Dituduh menjiplak lagu karya sebuah band asal Palembang, Armada menganggap itu ujian ibadah Ramadan.

Tayang:
Penulis: ferro maulana

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferro Maulana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band Armada tengah dihempas isu menjiplak lagu. Sebuah band asal Palembang mengklaim ada beberapa lagu Armada yang mirip sekali dengan karya ciptaan mereka.

Merasa tak pernah mencuri karya cipta orang lain, Rizal 'Armada' menduga ada yang mau mendompleng ketenaran bandnya.

"Ada yang nuntut lagu 'Pemilik hati', 'Buka Hatimu', ini itu. Logikanya begini buat saya, yang nuntut anak Palembang, kita 1 kota, mereka merasa pernah ngeband bareng Mai. Bisa dibilang ada unsur pertemanan. Tiba-tiba keluar di media, kagetlah. Katanya teman, kok tiba-tiba seperti ini? Kita nggak ngerti tujuannya seperti apa," keluh Rizal di RCTI, Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (8/8/2012).

Rizal mengatakan jika ia dan bandnya tidak mau disebut sebagai band plagiat. Karena semua karya Armada dibuat dari hati, bukan jiplakan karya orang lain.

"Buat saya, dicap sebagai plagiat monggo terserah. Saya berkarya dari dalam hati, kalo ada yang bilang plagiat terserah mereka. Yang akan saya buktikan bukan berkoar-koar saya bukan plagiat. Lebih ke bikin lagu lagi, manggung lebih bagus lagi. Kalau memang bukan saya, kenapa saya harus berusaha keras buktikan kalau itu bukan saya?" kilahnya.

Rizal mengaku tidak tahu motif di belakang dari klaim band dari Palembang. Armada menurutnya tidak perlu mengklarifikasi apapun karena masyarakat sudah tahu jika 2 lagu, 'pemilik hati', dan 'Buka Hatimu' adalah milik Armada.

"Nggak perlu, apa yang perlu diklarifikasi? Saya anggep diri saya sebagai orangtua, pemilik hati anak saya. Saya yang lahirin, besarin, kasih susu, segala macem. Tiba-tiba tetangga bilang ke orang-orang bahwa itu anak dia. Akte kelahiran saya pegang, dokter yang lahirin saya ada. Itu contoh. Tiba-tiba bilang hak lagu dia," katanya.

Armada merasa tidak perlu menuntut balik band dari Palembang. Kasus ini menurutnya hanya cobaan di bulan Ramadhan. "Kita diuji kesabarannya, mentalnya, meskipun difitnah. Katanya kan hamba Allah yang diftnah itu sebenarnya ujian, kalau bisa ngelewati derajatnya dinaikin. Semoga kami bisa melewati fitnah ini, derajatnya dinaikkan," tandasnya.

Baca berita terkini lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved