Breaking News:

Alasan Reza Rahadian Getol Ikuti Kampanye Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan

Menurut dia pula, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, dalam aspek apapun di kehidupan.

TRIBUNNEWS.COM/FITRI WULANDARI
Reza Rahadian, pemeran sastrawan Chairil Anwar yang akan dipentaskan melalui pentas teater berjudul Perempuan-Perempuan Chairil saat ditemui usai menggelar konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Reza Rahadian menilai, bahasan kekerasan terhadap perempuan merupakan isu penting.

Menurut dia pula, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, dalam aspek apapun di kehidupan. 

"Karena isu (kekerasan terhadap permepuan) penting, kemudian senang sekali ketika laki-laki juga boleh diberikan tempat untuk punya suara, menyuarakan tentang hak-hak perempuan, itu kan sesuatu yang bisa dibilang jarang, jadi buat saya kenapa tidak (bergabung dengan kampanye)," kata Reza ditemui usai jumpa pers 16 Film Festival di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2017).

Menurut Reza pula, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.

Reza tidak menolerir kekerasan dalam bentuk apapun.

Keprihatinan pemain film Habibie Ainun itu pun muncul setiap kali mendengar situasi terkait adanya kekerasan pada perempuan. 

"Kekerasan dalam bentuk apapun menurut saya membuat saya prihatin. Dan alasan saya mau ikut ini karena dengan beginilah saya bisa mendukung hal-hal seperti itu, dengan ikut berkontribusi dalam hal-hal seperti ini. Prihatin dengan banyak terjadinya kekerasan atas nama apapun ya, entah politik, agama, dan lain-lain," katanya. 

Bersama aktris Hannah Al Rasyid, Reza Rahadian terlibat kampanye tentang Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan.

Belakangan, Reza juga terlibat menjadi Volunteer Ambassador dalam 16 Film Festival.

Festival film ini merupakan bentuk kampanye untuk merupakan kampanye menggunakan media film, yang digelar bertepatan dengan kampanye global 16 Days of Activism atau dikenal di Indonesia sebagai Kampanye 16 Hari Anti Kekerasaan Terhadap Perempuan (16HAKTP). 

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved