Sabtu, 30 Mei 2026

Bondan Winarno Meninggal Dunia

Bondan Winarno Ternyata Disiplin Menerapkan Aturan Makan

Makan, makan, makan terus. Tapi anehnya, ia selalu tampak sehat-sehat saja.

Tayang:
kompas.com
Bondan Winarno. 

Tapi dalam hal metabolisme tubuh, Bondan sama saja dengan kita semua. Tidak luar biasa. Jika ia mengonsumsi kolesterol kelewat banyak, kadar kolesterol darahnya juga bisa melonjak.

Jika makan terlalu banyak, bobot badannya juga bisa naik. Bondan bukan orang sakti yang bisa membuat lemak dan kolesterol cuma numpang lewat di usus, tidak diserap ke dalam tubuh.

Yang membedakan dari kita, Bondan sangat disiplin. Termasuk dalam menerapkan aturan makan.

Lalu, apa rahasianya sehingga ia bisa tetap sehat?

Know what you eat

Ini adalah prinsip utama yang Bondan terapkan dalam urusan makan. Resepnya singkat, padat, dan mak nyuss!  Kelihatan sederhana tapi praktiknya tentu saja tidak segampang mengucapkannya.

Apa pun yang ia makan, Bondan selalu memperhitungkan kandungannya. Jadi, ia tidak hanya pintar membedakan rasa bumbu tapi juga bisa membedakan kandungan karbohidrat, lemak, dan kolesterol di suatu makanan.

Untuk urusan yang satu ini, ia mengaku selalu memperkaya pengetahuannya dengan banyak membaca artikel kesehatan di internet.

Jadi, ia tak hanya piawai membedakan rasa asam dari belimbing wuluh dan buah asam. la juga bisa membedakan kandungan daging ayam dan kulit ayam. Hebat ‘kan? Pengetahuannya dalam ilmu gizi tidak bisa diremehkan.

Makan apa pun, ia selalu memperhitungkan Recommended Dietary Allowances (RDA,) makanan tersebut.

"Anda harus tahu berapa batas jumlah yang boleh dimakan setiap hari. Kalau kita tahu apa kandungan setiap makanan, kita tahu berapa jumlah yang boleh kita makan dengan aman," bebernya.

Sekadar mengingatkan kembali, RDA adalah konsep dalam ilmu pangan yang menyatakan berapa banyak suatu zat gizi sebaiknya dikonsumsi setiap hari.

Bagi Bondan, pengetahuan tentang ilmu gizi ini sama pentingnya dengan pengetahuan mengenai seni kuliner.

Pengetahuannya tidak sekadar mengikuti kata orang, yang menurutnya kadang keliru. la memberi contoh, banyak orang takut makan udang karena kandungan kolesterolnya tinggi.

Tapi mereka sama sekali tidak merasa bersalah kalau makan kulit ayam. Padahal, kandungan lemak dan kolesterol di kulit ayam tidak lebih sedikit daripada udang.

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved