Setahun Ditinggal Suami, Ririn Ekawati Kini Bangkit Dari Kesedihan

BUTUH waktu satu tahun untuk aktris Ririn Ekawati (37) kembali berkarier, setelah suaminya, Ferry Wijaya meninggal dunia medio 2016 lalu.

Setahun Ditinggal Suami, Ririn Ekawati Kini Bangkit Dari Kesedihan
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Aktris Ririn Ekawati memberikan keterangan mengenai pergelaran teater Langit 7 Bidadari di Grand Kemang Hotel, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2018). Dalam teater yang akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah itu, ia mendapat peran sebagai bidadari. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM - BUTUH waktu satu tahun untuk aktris Ririn Ekawati (37) kembali berkarier, setelah suaminya, Ferry Wijaya meninggal dunia medio 2016 lalu.

Ferry meninggal dunia akibat penyakit leukimia yang dideritanya selama ini.

Saat suaminya meninggal, Ririn pun sedang berada di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah.

Saat itu, Ririn hanya bisa melihat jenazah suaminya, yang sudah terbaring di kediamannya dan untuk dimandikan, dikafankan, dan disalatkan, Ririn melihatnya melalui video call.

Ririn hanya bisa bertemu untuk terakhir kalinya, ketika Ferry berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sandiego Hils, karena Ririn baru tiba di Indonesia malam harinya.

Ibu dua anak itu menjelaskan, alasan dirinya membutuhkan satu tahun beristirahat dalam berkarir, dikarenakan ia membenahi diri sendiri terlebih dahulu.

"Ada dimana ada yang harus aku benahi dalam diri aku. Kayak recovery diri dulu lah. Karena aku hadapin enggak gampang," kata Ririn Ekawati kepada Warta Kota.

Baca: Ririn Ekawati Sempat Salah Sangka Pada Tamara Bleszynski

Tentu Ririn merasa sangat terpukul, karena ia harus melewati sebuah takdir yang menyakitkan dirinya, karena kehilangan orang yang ia cintai untuk selama-lamanya, yakni Ferry Wijaya.

"Maksudnya ini bukan hal mudah buat aku. Abis hadapin satu takdir yang Tuhan kasih sama aku yang aku enggak bisa request, mau nya begini. Apa yang tuhan kasih ke aku, yah aku terima. Ini enggak gampang, susah buat aku baik lagi kerja," ucapnya.

"Perlu untuk satu tahun membenahi apa yang ada di diri aku, baru aku bisa keluar lagi bekerja. Karena bekerja harus pakai hati karena berinteraksi dengan orang lain," tambahnya.

Bukan mencari kerjaan yang pas, tetapi Ririn menegaskan bahwa dirinya memang harus dan membutuhkan waktu untuk memperbaiki dirinya sendiri paska ditinggal Ferry selama-lamanya.

"Kalau moodnya enggak enak nanti malah ngeganggu orang lain. Butuh waktu 1 tahun benahi diri, bukan cari kerjaan yang pas," ungkapnya.

Meski sedih, wanita kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 11 November 1980 itu tidak mau menunjukan kesedihannya kepada orang-orang.

"Karena itu komitmen sama diriku sendiri. Orang enggak perlu tahu aku kenapa," ujar Ririn Ekawati.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved