Breaking News:

Pengacaranya Hilda Vitria Tegaskan Kliennya Tak Pernah Menikah dengan Kriss Hatta, Ini Penjelasannya

Kriss Hatta pernah jadi terdakwa kasus pemalsuan dokumen pernikahan. Persidangannya berlangsung di PN Bekasi. Di ujung sidang ia divonis bebas.

Kolase foto Instagram @krisshatta07/@hvkhildavitriakhan
Pengakuan Hilda disinyalir akan membuat perseteruan kedua pesinetron ini berbuntut panjang. 

TRIBUNNEWS.COM - Diketahui, Kriss Hatta pernah jadi terdakwa kasus pemalsuan dokumen pernikahan. Persidangannya berlangsung di PN Bekasi.

Di ujung sidang, hakim PN Bekasi menjatuhkan vonis bebas terhadap Kriss Hatta

Hal tersebut karena Kriss Hatta dilaporkan oleh Hilda Vitria dengan dugaan pemalsuan dokumen pernikahan.

Pada sidang pemeriksaan saksi beberapa waktu lalu, saat Hilda Vitriamenjadi saksi, wanita tersebut akhirnya mengakui pernah menikah dengan Kriss Hatta tapi karena terpaksa.

Kriss Hatta saat berada di ruanh sidang Pengadilan Negeri Bekasi, Bekasi Jawa Barat, Kamis (4/7/2019).
Kriss Hatta saat berada di ruanh sidang Pengadilan Negeri Bekasi, Bekasi Jawa Barat, Kamis (4/7/2019). (Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

Kini Kriss Hatta bisa bernapas lega karena baru saja dinyatakan tak bersalah dan bebas setelah menjalani sidang putusan pada Kamis (4/7/2019) kemarin.

Baca: Kriss Hatta Divonis Bebas, Mbah Mijan Serukan Takbir dan Ibunya Sempat Tak Sadarkan Diri

Baca: Kriss Hatta Divonis Bebas oleh Hakim PN Bekasi

Kendati demikian, pengacaranya Hilda Vitria klaim bahwa tak pernah ada pernikahan antara kliennya dan Kriss Hatta

"Ini tidak ada. Kalau misalnya bahwa ada salah satu pihak yang merasa, ya silakan Anda proses, Anda buktikan. Jadi kasus pidana beda dengan kasus perdata," kata Fahmi Bachmid, kuasa hukum Hilda Vitria, saat ditemui Grid.ID di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

Baca: Zul Zivilia Menangis: Istrinya Harus Menanggung Beban Hidup Sendirian

"Jadi kalau kasus pidana itu menilai sebuah perkawinan menjadi ruang lingkup ke perdata, ya saya tidak akan berkomentar. Tapi di dalam sebuah kasus pidana itu adalah tentang sebuah perbuatan yang diatur oleh unsur-unsur pidana."

"Makanya tentang bagaimana itu putusan pengadilan. Ya itu biarlah menjadi independensi hakim, kami hormati, tapi ada upaya hukum yang diatur oleh KUHAP. Dan itu wewenangnya bukan di tangan kami, tapi ditangan Jaksa Penuntut Umum." 

Alasan Fahmi Bachmid menganggap pernikahan tersebut tak pernah ada karena tidak sah dan tak memenuhi persyaratan secara hukum.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved