Ada yang Dendam, Nurul Qomar Sebut Kasusnya di Brebes Ditunggangi Kepentingan Politik

Komedian Nurul Qomar terjerat kasus pemalusan Surat Keterangan Lulus (SKL). Ia membantah tuduhan tersebut.

Ada yang Dendam, Nurul Qomar Sebut Kasusnya di Brebes Ditunggangi Kepentingan Politik
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Nurul Qomar saar ditemui di Mall Pesona Kayangan, Depok Jawa Barat, Selasa (27/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Komedian Nurul Qomar mengatakan kasus pemalusan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang menjeratnya di Brebes, ada kepentingan politik yang menungganginya.

Nurul Qomar mengatakan tak hanya pihak Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi, tapi ada juga kepentingan politik di Cirebon semasa dirinya menyalonkan sebagai wakil Bupati Cirebon, ikut ambil andil dalam kasusnya itu.

"Kondisi ini demi kepentingan politik Cirebon, saya nggak mau katakan siapa orangnya," kata Nurul Qomar saar ditemui di Mall Pesona Kayangan, Depok Jawa Barat, Selasa (27/8/2019).

"Ada orang yang dendam, pihak-pihak di Cirebon. Kasus Brebes itu kepentingan politik Cirebon," terangnya.

Dituduh melakukan tindak pemalsuan dokumen SKL, Nurul Qomar mengaku dirinya tak tahu-menahu.

Baca: Pelawak Nurul Qomar Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Pemalsuan Surat

Baca: Farhat Abbas Sindir Hotman Paris Tak Akan Lolos Dari Jerat Hukum

Baca: Billy Syahputra Pengin Nikah di Los Angeles, Pacarnya Sampai Jual Mobil

Dokumen SKL yang ada dalam persyaratan dirinya untuk menjadi rektor di Universitas Muhadi Setiabudi, diakuinya bukan berasal darinya.

Bahkan hingga kini dirinya belum tahu mengapa dokumen SKL tersebut bisa ada dalam lampiran persyaratan menjadi rektor.

"Saya sampai sekarang tidak tahu siapa yang buat surat itu. Saya pas tinggal di Polres dan medsos itu saya baru lihat? Saya bilang ke Polisi 'pak saya nggak tahu ini disertasi saya dan ini belum lulus' seperti itu," tutur Nurul Qomar.

Nurul Qomar kini masih menjalani persidangan atas kasus dugaan pemalsuan dokumen SKL yang ia lakukan. Dirinya dianggap memalsukan dokumen SKL S2 dan S3 nya di Universitas Negeri Jakarta untuk menjadi rektor di Universiras Muhasi Setiabudi.

Halaman
1234
Penulis: bayu indra permana
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved