Tayangkan Gerakan Sensual, Horor Hingga Obrolan Asusila, 14 Program TV dan Radio Disemprit KPI

Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) memberikan teguran tertulis kepada 14 program yang disiarkan oleh televisi dan radio pada Kamis (5/9/2019).

Tayangkan Gerakan Sensual, Horor Hingga Obrolan Asusila, 14 Program TV dan Radio Disemprit KPI
mediaindonesia.com
Logo Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) memberikan teguran tertulis kepada 14 program yang disiarkan oleh televisi dan radio pada Kamis (5/9/2019).

Berikut daftar program yang diberi sanksi KPI
1. Program Siaran Jurnalistik “Borgol” GTV,
2. Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" GTV,
3. Ruqyah" Trans 7,
4. Rahasia Hidup" ANTV,
5. Rumah Uya" Trans 7, dan "Obsesi" GTV.
6.Promo Film Gundala TV One,
7. Ragam Perkara" TV One, "
8. DJ Sore" Gen FM,
9. Heits Abis" Trans 7,
10. Headline News" Metro TV,
11. Centhini Trans TV,
12. Rumpi No Secret" Trans TV,
13. Fitri" ANTV.
14. Siaran Jurnalistik "Borgol" Trans TV

KPI menilai belasan program itu melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI tahun 2012.

Jenis pelanggaran yang ditemukan KPI dari ke-14 program tersebut bermacam-macam, yakni adanya muatan kekerasan, adegan kesurupan, adegan horor, pemanggilan arwah, dan konflik pribadi.

Selain itu ada dialog dan gerakan sensual, ungkapan kasar, penayangan identitas pelaku pelecehan seksual, adegan berbahaya, privasi, dan pelecehan status kelompok tertentu.

Selain itu ada pula adegan kesurupan, penampakan menyeramkan serta proses pemanggilan arwah di luar jam tayang sesuai peraturan.

Hal itu sangat bertentangan dengan SPS tentang pelarangan program supranatural, horor, dan mistik.

Isi program semacam itu mestinya diperuntukkan bagi khalayak dewasa bukan anak dan remaja.

“Kami tidak ingin muatan tersebut mendorong mereka percaya pada kekuatan paranormal, klenik, dan praktik-praktik seputar supranatural," ujar Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo melalui keterangan tertulis dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/9/2019).
"Perlindungan terhadap kepentingan tumbuh kembang psikologis dan perilaku anak-anak remaja harus dijaga,” lanjut dia.

Adegan kekerasan dan pelecehan terhadap status tertentu dan penayangan identitas wajah pelaku serta korban di program pemberitaan juga ditemukan.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved