Jelang Pemutarannya, Film Joker Dikhawatirkan Mangancam Keamanan di Amerika Serikat

Jelang pemutaran perdananya di Amerika pada Jumat (4/10/2019), Joker sudah menimbulkan sejumlah persoalan bagi penegak hukum Amerika Serikat.

Jelang Pemutarannya, Film Joker Dikhawatirkan Mangancam Keamanan di Amerika Serikat
MOVIE WEB
Jelang Pemutarannya, Film Joker Dikhawatirkan Mangancam Keamanan di Amerika Serikat 

TRIBUNNEWS.COM - Film terbaru besutan DC Extended Universe, Joker menimbulkan kontroversi di negara asalnya, Amerika Serikat.

Jelang pemutaran perdananya di Amerika pada Jumat (4/10/2019), film ini sudah menimbulkan sejumlah persoalan bagi penegak hukum Amerika Serikat.

Sepekan terakhir, beberapa media Amerika laporkan pihak kepolisian telah mengeluarkan peringatan bagi para personilnya berkaitan dengan ancaman penembakan massal yang dikhawatirkan terjadi di hari pemutaran film Joker.
Tujuh tahun lalu, seorang pria melepaskan tembakan saat pemutaran sekuel film Batman, 'The Dark Knight Rises' di kota Aurora, Colorado.

Sebanyak 82 orang menjadi korban, 12 diantaranya meninggal, sementara 70 orang lainnya mengalami luka-luka.

 

Baca: Joaquin Phoenix Pangkas Bobotnya hingga 23 Kilo, Simak Fakta Lain Film Joker yang akan Tayang Esok

Baca: Orang Tua Diperingatkan Film Joker Bukanlah Tontonan untuk Anak-anak

 

 

Trailer Joker
Trailer Joker (Warner Bros)

Tidak boleh mengecat wajah

Terkait dengan peristiwa yang terjadi di Aurora, keluarga korban penembakan meminta agar bioskop-bioskop tidak memutar film Joker dan sejumlah pemilik bioskop di kota itu sepakat untuk tidak menayangkan film tersebut.

Pihak keluarga korban juga melayangkan surat kepada Warner Brothers, produser film yang berada di balik pembuatan film itu.

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Penulis: Niken Nining Aninsi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved