Apa Kabar Kasus Ikan Asin? Ini 5 Fakta Terbaru Sidangnya, Termasuk Curhat Fairuz Minta Keadilan

Apa Kabar Kasus Ikan Asin? Ini 5 Fakta Terbaru Sidangnya, Termasuk Curhat Fairuz Minta Keadilan

Apa Kabar Kasus Ikan Asin? Ini 5 Fakta Terbaru Sidangnya, Termasuk Curhat Fairuz Minta Keadilan
Tribunnews/Herudin
Trio terdakwa kasus ikan asin, Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami didakwa melakukan pencemaran nama baik Fairuz A Rafiq di media sosial dan dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pasal 310 dan pasal 311 KUHP dengan ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. Tribunnews/Herudin 

TRIBUNNEWS.COM- Berikut 5 fakta sidang lanjutan trio ikan asin, hakim tolak eksepsi hingga Pablo Benua dan Rey Utami ingin bertemu Fairuz.

Sidang kasus ikan asin kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/01/2020).

Pada sidang kali ini beragendakan putusan sela majelis hakim.

Rey Utami, Pablo Benua dan Rihat Hutabarat, kuasa hukum saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).
Rey Utami, Pablo Benua dan Rihat Hutabarat, kuasa hukum saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). ((KOMPAS.com/Revi C Rantung))

 Ikan Asin Kembali Sidang, Rey Utami Ungkap Kehidupannya di Balik Jeruji: Sekolah Tinggi Ilmu Sabar

 Barbie Kumalasari Senang Galih Ginanjar Dipuji Tampan Meski di Penjara, Sebut Rajin Beri Krim Wajah

TribunStyle himpun dari berbagai sumber, berikut 5 fakta sidang lanjutan trio ikan asin: hakim tolak eksepsi hingga Pablo Benua dan Rey Utami ingin bertemu Fairuz.

1. Eksepsi Ditolak

Hakim Ketua Djoko Indiarto menanggapi soal eksepsi atau nota keberatan dari ketiga terdakwa, yakni Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami.

"Mengadili menyatakan keberatan atau eksepsi dari para penasihat hukum terdakwa.

Saya ulangi, menolak keberatan eksepsi dari penasehat hukum para terdakwa," ucap Djoko Indiarto dikutip dari Kompas.com.

Sehingga kasus ikan asin akan terus berlanjut.

"Menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini."

HALAMAN 2 ============>

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved