Penghinaan di Media Sosial

Pablo Benua Salahkan Editor Video Kasus Ikan Asin

Terdapat 9 saksi di sidang lanjutan kasus ‘ikan asin’. Satu di antaranya Deri, editor yang mengedit video berjudul ‘Galih Ginanjar Cerita Masa lalu".

Pablo Benua Salahkan Editor Video Kasus Ikan Asin
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Tiga terdakwa kasus video ikan asin Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdapat 9 saksi dalam sidang lanjutan kasus ‘ikan asin’ dengan terdakwa Galih Ginanjar, Rey Utami, Pablo Benua yang digelar Senin (10/2/2020).

Satu di antara saksinya adalah Deri, selaku editor yang mengedit video berjudul ‘Galih Ginanjar Cerita Masa Lalu’.

Video tersebutlah yang akhirnya membuat Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, dilaporkan Fairuz A Rafiq. Tuduhannya pencemaran terkait pencemaran nama baik.

Kepada Majelis Hakim, Deri mengaku tidak mengupload video tersebut.

Baca: Lapor Polisi Terkait Kematian Anaknya, Arya Satria Claproth Beberkan Posisinya Saat Kejadian

Baca: Tak Hadiri Pemakaman Putrinya, Pengacara Beberkan Kondisi Terkini Arya Satria Claproth

Baca: Galih Ginanjar Peluk Barbie Kumalasari dan Minta Maaf, Apa Salahnya hingga Disebut Kayak Anak kecil?

Lanjutan sidang kasus ikan asin 2
Tiga terdakwa kasus ikan asin dalam sidang lanjutan kasus ‘ikan asin’ dengan terdakwa Galih Ginanjar, Rey Utami, Pablo Benua yang digelar Senin (10/2/2020).

Namun, saat Pablo Benua diberi kesempatan untuk memberikan sanggahan. Di situ ia menampik pengakuan Deri.

“Sebenarnya, yang mengupload video Galih Ginanjar Cerita Masa Lalu, adalah saudra Deri sendiri menggunakan komputer tersebut, karena komputer tersebut juga log in dengan akun yutub Rey Utami dan Pablo Benua,” katanya dalam sidang.

Halaman
12
Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved