Virus Corona

Asmara Abigail Sempat Paranoid Virus Corona, Udara Dingin Membuatnya Pusing dan Pilek

Asmara Abigail menuturkan dirinya sempat terserang pilek saat berada di Itali. Ia pun menjadi takut karena di Italia serangan virus corona parah.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Asmara Abigail ketika mengunjungi kantor redaksi Warta Kota dan Tribunnews di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020) bersama Karina Suwandi dan Yasamin Jasem. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asmara Abigail menuturkan dirinya sempat terserang pilek saat berada di Itali. Ia pun menjadi takut karena di Italia serangan virus corona parah.

Itu cukup membuat pemeran film 'Pemeran Tanah Jahanam' itu paranoid terkena virus corona.

Saat ini Itali sedang lock down. Masyarakat dilarang keluar rumah dan tidak ada penerbangan nasional maupun internasional. Dan hingga kini Asmara Abigail masih berada di sana.

Cuaca dingin membuat kondisi fisik Abigail tak begitu prima.

Namun selama ini ia masih merasa aman dan belum ada tanda-tanda terserang virus corona.

"Mungkin aku sering ke Italia, tapi tetep aja mungkin berasa pusing. Suhu udah enggak minus, tapi anginnya bikin pusing, jadi pilek dikit, parno corona," ujar Asmara Abigail saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.

"Tapi, aku enggak pernah panas dan sesak napas, sih," ungkapnya.

Baca: Kisah Asmara Abigail Di-lockdown di Italia, Negara Covid-19 Melonjak 10 Ribu Kasus dalam 2 Minggu

Baca: Virus Corona Merebak, Ruben Onsu Kebingungan Kunjungi Outlet Geprek Bensu di Seluruh Indonesia

Ia sempat mengungkapkan kondisinya lewat unggahan di sosial ketika terkena dampak dari lock down yang terjadi di Italia.

"Sekarang, Italia lockdown self-quarantine. Semua orang di rumah, enggak boleh keluar. Boleh ke supermarket atau darurat ke rumah sakit," ujar Asmara Abigail.

Diketahui Asmara Abigail berada di Itali sejak pertengahan bulan Februari kemarin. Ia pergi ke Itali bersama keluarganya untuk menghadirkan Milan Fashion Week.

Hingga awal Maret kemarin, Itali merupakan kawasan Eropa dengan pasien tertinggi. Hal tersebut juga menyebabkan liga sepak bola di Italia harus dihentikan sementara.
--

Penulis: bagus gema praditiya sukirman
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved