Kamis, 21 Mei 2026

Didi Kempot Meninggal Dunia

Profil Didi Kempot, Dari Pengamen Jalanan Hingga Ambyarkan Hati Milenial

Alunan musik campur sari tak lagi bernada katrok atau ndeso, sebaliknya lagu-lagu berlirik sakit hati ini justru digandrungi. Ini profil Didi Kempot

Tayang:
Penulis: Anita K Wardhani
/
Didi Kempot kolaborasi dengan Banteng Muda Indonesia (BMI) DKI Jakarta konser bertajuk Lestari Nusantara, berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Jumat (17/1/2020). Didepan ribuan penggemar Sobat Ambyar Indonesia Didi Kempot bikin Ambyar ketika melantumkan Lagu Cendol Dawet. TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO 

Didi Kempot adalah anak dari pelawak terkenal, mendiang Ranto Edi Gude atau lebih dikenal dengan nama Mbah Ranto.

Ia juga adik dari salah satu pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Pondang.

Siapa sangka, di balik ketenarannya saat ini, pelantun lagu "Stasiun Balapan" yang dirilis pada 1999 itu dulunya adalah seorang pengamen.

Dari Jalanan Menembus dan Ambyarkan Hati Milenial
Ia mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan sejak 1984 hingga 1989.

Sejak saat itu, Didi telah menciptakan beberapa lagu hingga akhirnya ia bertekat untuk hijrah ke Jakarta dan berharap lagunya dilirik oleh produser.

Lagu-lagu karya Didi Kempot kebanyakan berkisah tentang kesedihan, cinta, dan juga patah hati.

Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan lagunya juga ikut tersayat hatinya.

Pada 2019 lalu, lagu Didi yang berjudul "Pamer Bojo" yang telah dirilis sejak 2016 kembali melejit di dunia musik Tanah Air.

Penggemar musik campur sari Didi Kempot yang kerap disebut dengan Sobat Ambyar kini semakin menyebar.

Tidak hanya terdiri dari kalangan dewasa, tetapi kaum muda kini juga menjadi penggemar lagu-lagu dari pria kelahiran 31 Desember 1966 ini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved