Breaking News:

Ingin Berhenti Minum Kopi, Tapi Susah? Ketahui Caranya Menurut Ahli Gizi

Dalam kondisi tertentu para pencinta kopi harus menghentikan kebiasaannya minum kopi. Biasanya itu menyangkut kesehatan.

Freepik
Ilustrasi wanita minum kopi 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam kondisi tertentu para pencinta kopi harus menghentikan kebiasaannya minum kopi. Biasanya itu menyangkut kesehatan.

Kopi sebenarnya adalah minuman yang aman untuk dikonsumsi. Menurut Mayo Clinic, batas aman konsumsi kafein kurang dari 400mg (rata-rata empat cangkir kopi).

Namun jumlah ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung kemampuan tubuh menerima kafein.

Beberapa orang ada yang lebih sensitif terhadap kafein. Hal itu membuat mereka mengalami kegelisahan, kecemasan, atau masalah lain sehabis minum kopi.

Selain itu, beberapa orang juga mengalami insomnia atau sulit tidur setelah minum kopi. Bahkan meskipun kopi diminum siang hari.

Baca juga: Anak-anak Minum Kopi, Bagaimana Efek Sampingnya?

Pakar perilaku tidur University of Michigan Deidre Conroy mengatakan, kafein memiliki efek yang bertahan lama dan dapat memengaruhi kualitas tidur.

Masalah lain yang ditimbulkan oleh kopi adalah memperburuk gejala kecemasan. Menurut ahli gizi Lauren Manacker, saat seseorang cemas, sistem saraf bekerja secara berlebihan.

Mengonsumsi minuman yang dapat merangsang kecemasan seperti kopi dapat memperburuk kondisinya. Orang tersebut bisa merasa lebih cemas atau stres.

Kondisi medis

Beberapa kondisi medis seperti hamil dan gangguan pencernaan tak jarang memaksa seseorang untuk berhenti konsumsi kopi.

Baca juga: Kebiasaan Minum Kopi Tanpa Gula, Ini Manfaat Kesehatan yang Bisa Diperoleh

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved