Kemendikbud Dorong Musik Tradisional Bersaing di Kancah Internasional

Satu di antara langkah yang dilakuka, yakni melakukan tata kelola perlindungan terhadap kekayaan intelektual dari musik tradisional.

Editor: Willem Jonata
Dokumentasi Minister Counsellor KBRI Seoul M Aji Surya
Gamelan jawa yang dibawakan Swara Gangsa asal Solo mampu menembus jantung estetika warga Korea yang dalam beberapa tahun terakhir kerap membanggakan K-Pop ke seantero jagad, saat konser satu jam di Korea Foundation Gallery, Senin (20/2/2017) malam. DOKUMENTASI MINISTER COUNSELLOR KBRI SEOUL M AJI SURYA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bekerjasama untuk memajukan musik Indonesia khususnya, tradisional di kancah Internasional.

Hal ini disampaikan dalam acara Memperingati Hari Musik Nasional yang diselenggarakan di Graha Kemendikbud, Jakarta, dan disiarkan langsung di kanal YouTube Budaya Saya, Senin, (15/3/2021).

Tahun ini Kemendikbud memfokuskan dua hal dalam pengembangan musik di tahun 2021.

Pertama, melakukan tata kelola perlindungan terhadap kekayaan intelektual dari musik tradisional.

Baca juga: Ganguan Pita Suara Sempat Membuatnya 5 Tahun Pensiun Bernyanyi, Once Bersyukur Bisa Kembali Bermusik

"Untuk mencapai tujuan ini, Kemendikbud melalui Dirjen kebudayaan bersama Kemenkumham melalui Dirjen Kekayaan Intelektual mengajak musisi dan seniman tradisional untuk melakukan pencatatan ciptaannya," ujar Fitra Arda selaku Sekretaris Dirjen Kebudayaan (Sekdirjen) dalam memperingati Hari Musik Nasional, Senin, (15/3/2021).

Fitra Arda 034
Fitra Arda selaku Sekdirjen Kebudayaan menyampaikan fokus utama acara memperingati Hari Musik Nasional, Senin, (15/3/2021).

"Pencatatan ini merupakan bagian dari perlindungan serta mendukung upaya pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Musik Tradisional," tambahnya.

Hal ini dilakukan supaya musik tradisional Indonesia dapat bersaing di panggung Internasional.

Tujuan tersebut juga merupakan bagian diplomasi untuk menghadirkan musik-musik tradisional di kancah Internasional.

Dalam acara tersebut juga dihadiri  Ahmad Mahendra, Direktur Musik dan Media Baru, dan Rithaony Hutajulu, musisi dan Etnomusikologi.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved