Breaking News:

Sejak Kehilangan Sosok Ayah dan Kakak, Olla Ramlan Akui Alami Kecemasan Berlebih Hingga ke Psikiater

Olla Ramlan selalu nampak tegar dan kuat. Namun, di balik ketangguhan yang terlihat, nyatanya Olla Ramlan punya hati yang pernah rapuh.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Muhammad Ramlan, ayah Olla Ramlan, dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jalan Veteran Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018) sekira pukul 10.30 WIB. Sejak Kehilangan Sosok Ayah dan Kakak, Olla Ramlan Akui Alami Kecemasan Berlebih Hingga ke Psikiater 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Olla Ramlan selalu nampak tegar dan kuat. Namun, di balik ketangguhan yang terlihat, nyatanya Olla Ramlan punya hati yang pernah rapuh.

Apa lagi saat kehilangan sosok ayahnya M Ramlan dan kakak laki-laki yang paling dekat dengannya yaitu M. Chairul Ichwan Ramlan. Olla mengaku sangat merindukan sosok laki-laki seperti keduanya.

"Mungkin orang lain ngelihatnya normal-normal aja. Tapi orang yang Deket sama aku kaya Abah, mas Iwan almarhum, itu dari mata aku dia tahu langsung nyamperin. Dia tahu aku lagi luka atau sakit," ungkapnya dengan suara bergetar pada kanal YouTube Melaney Ricardo, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Blak-blakan Kritik Penampilan Melaney Ricardo, Olla Ramlan: Aku Suka Orang Look Good

Baca juga: Olla Ramlan Bongkar Alasan Jarang Posting Foto Bersama Suami

Meski tidak mengungkapkan secara rinci, Olla Ramlan menyebutkan jika punya permasalahan, ia ingin cepat selesai. Setiap kali menunda menyelesaikan masalah, maka dirinya merasa sakit.

Selain itu, sejak kehilangan sang kakak, Olla mendapat gangguan kecemasan berlebihan. Tangannya pun kerap dingin seperti es.

Postingan terakhir Olla Ramlan sebelum kepergian ayahnya, Muhammad Ramlan (kiri); Olla dan suaminya, Aufar Hutapea mengapit sang Ayah (kanan).
Postingan terakhir Olla Ramlan sebelum kepergian ayahnya, Muhammad Ramlan (kiri); Olla dan suaminya, Aufar Hutapea mengapit sang Ayah (kanan). (Grid.ID)

Tidak hanya itu, ketika gangguan kecemasan muncul maka jantung berdetak lebih cepat hingga keringatan. Setelahnya ia pun mendapat gangguan obsesif kompulsif (OCD).

Dimana dirinya merasa terganggu dengan barang yang tidak tersusun rapi. Ia pun tidak nyaman jika ada sesuatu yang tidak tepat waktu.

"Orang ngelihatnya aku galak. Padahal aku gak nyaman" katanya lagi.

Semua hal itu membuat Olla sampai harus ke psikiater. Selain itu ia pun mencari system support seperti melakukan e-sport yaitu bermain game PUBG. Menurutnya, permainan tersebut dapat mengalihkan gangguan yang ia alami.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved