Breaking News:

Soroti Tren Ikoy-ikoyan di Media Sosial, Nana Mirdad: Merusak Mental Bangsa

Awalnya tren ini muncul dan dipopulerkan oleh Arief Muhammad dengan membagi-bagikan rezekinya melalui asisten pribadinya, Rizqi Fadillah.

Instagram @nanamirdad_
Nana Mirdad 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis Nana Mirdad menyoroti soal tren Ikoy-ikoyan yang belakangan menjadi sorotan publik di jagat maya.

Awalnya tren ini muncul dan dipopulerkan oleh Arief Muhammad dengan membagi-bagikan rezekinya melalui asisten pribadinya, Rizqi Fadillah.

Hal ini membuat banyak figur publik ikut meramaikan tren tersebut karena diminta penggemar. Namun berbeda dengan Nana Mirdad yang menanggapinya dengan kritikan.

Sebab dirinya pun ikut terkena imbas dari para penggemarnya yang meminta sesuatu dari dirinya melalui pesan di Instagram.

Baca juga: Pesan Arief Muhammad bagi Warganet yang Ingin Ikut Tren Ikoy-ikoyan

"Teman2ku semua, DM yg masuk setiap hari ratusan minta ini itu itu dan jujur aja bikin aku khawatir," tulis Nana di Instagram, Senin (2/8/2021).

Nana Mirdad 0349
Tangkapan layar Insta story Nana Mirdad.

"Maaf kalau aku mengecewakan nggak ikut main Ikoy2an. Tapi setiap orang punya cara berbeda2 untuk memberi," imbuhnya.

Istri Andrew White ini menilai bahwa tren tersebut mungkin menyenangkan bagi sebagian orang. Namun ia merasa bahwa tren tersebut justru melemahkan mental bangsa Indonesia.

"It might be fun for a lot people but (ini mungkin menyenangkan bagi banyak orang tapi) menurutku ini bisa memperburuk mental bangsa kita kedepannya. Ayo, masyarakat Indonesia jangan punya mental minta ini minta itu ke orang, dilatih untuk kerja keras dan punya semangat yang gigih untuk bisa dapetin yg kita mau," lanjut Nana.

Terlepas dari itu, Nana menegaskan jika dirinya tak anti dengan tren berbagi rezeki kepada orang yang membutuhkan.

Ia juga meluruskan jika setiap orang memiliki cara masing-masing ketika ingin berbagi kepada sesama.

Tak ingin mengumbar sensasi, Nana Mirdad menyebut hal itu bukanlah menjadi tren yang membangun.

"Jadi apakah aku anti dengan kegiatan beri memberi? Of course nggak! Aku masih percaya giveaway sekali2 itu seruuu dan menyenangkan. Tapi aku percaya memberi yang pada tempatnya, yang nggak malah membuat orang jadi males dan gampang meminta," tulis Nana.

"Dan di saat kita memberi sebaiknya kita keep untuk diri sendiri, bukan untuk dipamerkan di khalayak umum untuk naikin pamor kita, please. Karena ini bukan trend yang membangun." tutup Nana.

Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved