Kamis, 30 April 2026

Drama Musikal 'MAR', Sebuah Penghormatan untuk Ismail Marzuki

Drama musikal "MAR" mengusung konsep unik dengan menggabungkan elemen musik jazz lawas dengan unsur musik modern dalam lebih dari 40 repertoar. 

Tayang:
Handout/ArtSwara
DRAMA MUSIKAL - Drama musikal "MAR" siap ditampilkan di Ciputra Artpreneur Theatre pada 26-28 Februari 2025. Drama musikal "MAR," yang terinspirasi dari lagu-lagu abadi Ismail Marzuki. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di bawah arahan sutradara Wawan Sofwan dan penulis naskah Titien Wattimena, drama musikal "MAR" menghadirkan kombinasi kuat antara sejarah, musik, dan romansa. 

Wawan Sofwan menegaskan bahwa produksi ini tidak hanya bertujuan untuk menghormati warisan besar Ismail Marzuki, tetapi juga memberikan pengalaman emosional yang mendalam. 

"Kami berikhtiar untuk menciptakan produksi yang tidak hanya menghormati warisan karya agung Ismail Marzuki tetapi juga beresonansi dengan penonton secara pribadi," ujar Wawan, Rabu (19/2/2025). 

Baca juga: Diduga Pacaran, Ariel Tatum Nonton Drama Musikal Daffa Wardhana Ditemani Marini Zumarnis

Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara latar sejarah dan perjalanan emosional karakter menjadi aspek utama ketika membuat kisah ini relevan.

Gabriel Harvianto, pemeran Mar, mengungkapkan rasa hormatnya terhadap karya Ismail Marzuki dan berharap generasi muda dapat lebih mengenalnya. 

Sementara itu, Galabby Thahira, yang berperan sebagai Aryati, melakukan riset mendalam dengan mendengarkan versi asli lagu-lagu Ismail Marzuki dan mendalami karakter Aryati dari sisi kepeduliannya.

Harmoni Musik dan Koreografi yang Memikat

Dian HP, sebagai penata musik sekaligus komposer untuk "MAR", mengusung konsep unik dengan menggabungkan elemen musik jazz lawas dengan unsur musik modern dalam lebih dari 40 repertoar. 

Pendekatan ini dipilih untuk mencerminkan suasana Bandung pada tahun 1940-an.

"Saya telah mencintai lagu-lagu Marzuki sejak kecil—mereka indah dan inspiratif, mendorong kita untuk mengembangkannya ke dalam berbagai genre musik dari masa lalu dan masa sekarang," ungkap Dian HP.

Ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap Ismail Marzuki tercermin dalam aransemen yang menggabungkan elemen vokal dan ansambel jazz lawas.

Ini kemudian memperkuat atmosfer dan semangat patriotisme dalam karya-karya sang maestro.

Davit Fitrik dan Hamada, selaku koreografer, menjelaskan bahwa pemilihan gerakan tari dalam "MAR" mempertimbangkan konteks sejarah. 

Setiap koreografi tidak hanya menggambarkan adegan dan narasi, tetapi juga nuansa historis yang melekat pada kisahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved