Ammar Zoni Terjerat Narkoba
Psikolog Ungkap Akar Masalah di Balik Kambuhnya Ammar Zoni: Luka yang Belum Sembuh
Psikolog sebut kambuhnya Ammar Zoni bukan sekadar soal narkoba, tapi luka batin dan masalah hidup yang belum terselesaikan.
Ringkasan Berita:
- Ammar Zoni kembali tersandung kasus narkoba untuk keempat kalinya dan kini dipindahkan ke Lapas Nusakambangan untuk pengawasan ketat.
- Psikolog Rose Mini Salim menilai kambuhnya pecandu bukan hanya karena racun narkoba, tapi juga masalah psikologis yang belum terselesaikan.
- Rose menekankan pentingnya detoks dan pendampingan mental agar pecandu bisa menghadapi masalah hidup tanpa lari ke narkoba.
TRIBUNNEWS.COM - Nama Ammar Zoni masih menuai atensi dan sorotan publik.
Aktor yang dulu dikenal lewat sederet sinetron populer itu kini lagi-lagi tersandung kasus narkoba, dan ini bukan yang pertama, melainkan keempat kalinya.
Padahal, Ammar diketahui masih menjalani masa tahanan atas kasus serupa dan dijadwalkan bebas pada Januari 2026.
Namun, harapan untuk memulai lembaran baru itu sirna seketika.
Pria berusia 30 tahun tersebut kini diduga kembali terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
Pada Kamis (16/10/2025), Ammar resmi dipindahkan ke Lapas Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Ia kini menghuni sel bertipe one man one cell, ruang isolasi khusus yang hanya diisi satu narapidana, demi alasan keamanan dan pengawasan ketat.
Dalam kasus terbarunya, Ammar disebut terlibat bersama lima warga binaan lain dalam peredaran barang haram di dalam lapas.
Publik pun bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat seorang figur publik seperti Ammar begitu sulit lepas dari jerat narkoba, meski telah berkali-kali menjalani hukuman?
Menanggapi hal ini, psikolog Rose Mini Salim memberikan pandangannya.
“Kalau orang punya kebiasaan buruk, dalam hal ini narkoba, pecandu pertama memang harus didetoks dulu, dibersihkan dari racun-racunnya. Karena kalau itu tidak terjadi dengan maksimal, pasti nanti akan lebih mudah relaps,” ujar Rose Mini, dikutip Tribunnews dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Eks Staf Ahli Kapolri Ungkap Ada Benang Merah di Kasus Narkoba Ammar Zoni: Sistemnya Harus Diteliti
“Tetapi relaps itu bukan juga hanya karena masih adanya racun di darahnya. Misalnya, pertanyaan berikutnya setelah didetoks adalah mencari masalah yang ada pada dirinya. Maksudnya, apa sih yang menyebabkan dia awalnya menggunakan narkoba?” lanjutnya.
Pemilik nama lengkap Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi ini menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang menggunakan narkoba karena tidak mampu menghadapi masalah dalam kehidupan nyata.
Kondisi seperti tidak memiliki pekerjaan, merasa buntu dalam berpikir, atau kehilangan arah membuat mereka memilih jalan pintas, seperti menyakiti diri sendiri atau menggunakan narkoba.
“Contohnya, ada orang yang menggunakan narkoba karena dia tidak bisa melihat masalah dalam realita hidup misalnya tidak punya pekerjaan, tidak punya apa-apa, otaknya terasa beku, tidak bisa berpikir lebih lanjut. Sehingga yang dilakukan adalah kemudian bunuh diri, atau menggunakan narkoba.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/EDARKAN-NARKOBA-Artis-Ammar-Zoni-tiba-di-Kejari-Jakarta-Barat.jpg)