Ade Fitrie Kirana Soroti Tekanan Psikologis Anak Saat Cuaca Ekstrem
Ade Fitrie Kirana mendorong pemerintah daerah dan lembaga terkait, mengantisipasi berbagai risiko terhadap cuaca ekstrem.
Ringkasan Berita:
- Aktris Ade Fitrie Kirana merupakan aktivis sosial yang fokus pada hak perempuan dan anak
- Bencana yang terjadi baru-baru ini jadi perhatiannya
- Dorong pemerintah daerah dan lembaga terkait, mengantisipasi berbagai resiko terhadap cuaca ekstrem
TRIBUNNEWS.COM - Potensi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Indonesia menyita perhatian Ade Fitrie Kirana, karena membawa dampak signifikan pada kehidupan sosial masyarakat.
Perubahan Iklim dan cuaca, bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tapi bisa memicu tekanan psikologis dan ekonomi keluarga, tak terkecuali bagi anak-anak.
Selain mengancam nyawa, anak-anak juga akan kehilangan sekolah dan ruang bermain.
"Sementara para orang tua menghadapi risiko besar, mulai dari kehilangan barang berharga dan kemampuan untuk mengakses makanan
dan obat-obatan,” ujar Ade dalam sebuah diskusi baru-baru ini.
Baca juga: Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem, Sabtu 6 Desember 2025: Hujan Disertai Angin Kencang di Jabar
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Dominasi Hujan Masih Akan Berlanjut Hingga 11 Desember
"Kita melihat rantai dampak yang saling berkaitan. Lingkungan yang aman dan stabil menjadi kebutuhan mendesak," jelasnya.
Aktivis sosial yang fokus pada hak perempuan dan anak tersebut, mendorong pemerintah daerah dan lembaga terkait, mengantisipasi berbagai risiko terhadap cuaca ekstrem.
Misalnya, lanjut dia, mulai mengembangkan kebijakan ramah keluarga dan anak, yang adaptif terhadap cuaca ekstrem.
"Sebagai contoh, dengan peningkatan teknologi untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan buruk akibat cuaca ekstrem,
selanjutnya pembangunan ruang publik yang fleksibel, serta persiapan layanan darurat bagi keluarga terdampak, serta program dukungan psikososial bagi anak-anak dan orang tua," terang aktris yang pernah menbintangi sinetron Raden Kian Santang ini.
Menurut dia, kebijakan ini sebaiknya dihadirkan sebelum bencana, bukan setelahnya.
"Proteksi sosial dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas," demikian tegas Ade.
Selain pemerintah, komunitas, keluarga, dan masyarakat setempat juga harus punya peran penting untuk menjaga kesejahteraan anak dan keluarga.
Ade berharap lewat langkah nyata, kesadaran sosial meningkat, risiko dampak negatif cuaca tak menentu dapat diminimalkan.
"Diharapkan hal itu berdampak positif. Anak-anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ade-Fitrie-Kirana-1-13112025.jpg)