Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspada Tanda Paru Bermasalah Akibat Cuaca Ekstrem
Salah satu tanda paling serius adalah sesak napas. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap kelelahan.
Ringkasan Berita:
- Gejala ringan tetap perlu diperhatikan, terutama di tengah cuaca ekstrem. Gejala gangguan paru biasanya dimulai dari kondisi ringan seperti batuk, pilek, dan demam ringan
- Jika kondisi tidak membaik, bisa berkembang menjadi infeksi paru yang lebih serius
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang memilih mengabaikan batuk pilek dengan alasan “cuma masuk angin”.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal gangguan paru yang lebih serius.
Dokter Spesialis Paru, dr. Santi Rahayu Dewayanti, Sp.P, MM, FCCP, menegaskan bahwa gejala ringan tetap perlu diperhatikan, terutama di tengah cuaca ekstrem.
Dari Ringan ke Berat, Gejalanya Bertahap
Gejala gangguan paru biasanya dimulai dari kondisi ringan seperti batuk, pilek, dan demam ringan.
Namun, jika kondisi tidak membaik, bisa berkembang menjadi infeksi paru yang lebih serius.
Baca juga: Kenali Perjalanan Campak dari Awalnya Batuk Pilek hingga Komplikasi yang Berujung Kematian
“Kalau hanya demam sekitar 1 sampai 2 hari, mungkin bisa hilang dengan cukup bersih rehat,” ujarnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Minggu (5/4/2026).
Namun, kondisi harus diwaspadai jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari.
Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan
Dr. Santi menekankan beberapa tanda yang harus segera ditindaklanjuti:
1. Demam lebih dari 3 hari
2. Batuk berdahak berubah warna
3. Tubuh semakin lemas
4. Sesak napas
“Kalau misalnya sampai 3 hari gejalannya belum meredah atau bertambah berat, ya, segera sobat sehat memeriksakan diri ke dokter,” tegasnya.
Sesak Napas, Jangan Pernah Dianggap Sepele
Salah satu tanda paling serius adalah sesak napas. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap kelelahan.
Padahal, sesak napas bisa menjadi tanda gangguan paru hingga penyakit serius lainnya.
“Sesak nafas, sekali lagi, jangan dianggap sepilih ya,” ujarnya.
Dalam kondisi normal, frekuensi napas manusia sekitar 16–20 kali per menit. Jika lebih dari itu, perlu diwaspadai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-MENELAN-DAHAK-Gambar-ilustrasi-orang-yang-menelan-dahak-saat-batuk.jpg)