Banjir Bandang di Sumatera
Bicara Longsor dan Banjir di Sumatera, Pandji Pragiwaksono Soroti Sikap Pemerintah Soal Deforestasi
Longsor besar di Sumatera Barat dan banjir meluas di Aceh serta Sumatera Utara kembali memicu isu mengenai kerusakan lingkungan dan deforestasi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Komika Pandji Pragiwaksono bicara soal bencana di Sumatera
- Ia melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan pemerintah yang sebelumnya merespons isu deforestasi.
- Ada pola terulang yang ditunjukkan dari respons pemerintah atas bencana di Sumatera saat ini, yakni mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi dibandingkan keselamatan warga.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Longsor besar di Sumatera Barat dan banjir meluas di Aceh serta Sumatera Utara kembali memicu isu mengenai kerusakan lingkungan dan deforestasi.
Gelondongan kayu yang terlihat di lokasi terdampak memunculkan dugaan aktivitas pembalakan liar di kawasan rawan bencana.
Baca juga: Vilmei Sedih, Tak Bisa Tidur Teringat Bangkai Gajah Korban Banjir di Aceh, 6 Hari Belum Dievakuasi
Komika Pandji Pragiwaksono memberikan kritik tajam terhadap pernyataan pemerintah yang sebelumnya merespons isu deforestasi dengan menyebut bahwa pembukaan lahan tidak selalu berdampak buruk.
Ia menilai respons pemerintah terhadap bencana Sumatera kali ini menunjukkan pola yang berulang, lebih mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi dibandingkan keselamatan warga.
“Presiden Republik Indonesia membuat sebuah pernyataan. Jangan takut dengan ancaman deforestasi. Kelapa sawit ya pohon. Ada daunnya kan," ungkap Pandji pada kanal YouTube miliknya, Jumat (5/12/2025).
Menurut Pandji, pernyataan seperti ini membahayakan karena menyamakan hutan alam dengan perkebunan monokultur.
Kayu Gelondongan, Bukti Lapangan yang Sulit Dibantah
Di Sumatera Barat, banjir bandang di Agam dan Pesisir Selatan pada pekan lalu memperlihatkan tumpukan kayu besar yang terseret arus.
Baca juga: Perdebatan Penetapan Bencana Nasional, Pandji Pragiwaksono: Pemerintah Terjebak ‘Ilmu Kepentingan
Banyak warga meyakini kayu tersebut bukan dari pepohonan yang tumbang alami.
Panji merujuk pada argumen ilmiah yang juga menyebut hal serupa.
“Dikasih ilmu pengetahuan juga. Bahwa gak mungkin yang gelondongan itu adalah pohon yang jatuh secara alami. Itu pasti adalah bukti pembalakan liar,"imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa fenomena alam tidak serta-merta menjadi bencana, kecuali ada manusia dan kebijakan yang memperburuk situasi.
Longsor Bukan Semata Cuaca Ekstrem
Dalam beberapa pernyataan publik, sejumlah pejabat menyebut bahwa intensitas hujan ekstrem menjadi penyebab utama banjir dan longsor.
Namun Pandji berpendapat bahwa hal tersebut hanya sebagian dari persoalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pandji-Pragiwaksono-1-02122025.jpg)