Selasa, 28 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bicara Longsor dan Banjir di Sumatera, Pandji Pragiwaksono Soroti Sikap Pemerintah Soal Deforestasi

Longsor besar di Sumatera Barat dan banjir meluas di Aceh serta Sumatera Utara kembali memicu isu mengenai kerusakan lingkungan dan deforestasi. 

Tayang:
Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
SHOW FOUNDERS - Pandji Pragiwaksono pastikan materi komedi di pertunjukan The Founder5: Unfinished Business akan sentil isu terkini Indonesia. Pandji Pragiwaksono saat ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Komika Pandji Pragiwaksono bicara soal bencana di Sumatera 
  • Ia melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan pemerintah yang sebelumnya merespons isu deforestasi.
  • Ada pola terulang yang ditunjukkan dari respons pemerintah atas bencana di Sumatera saat ini, yakni  mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi dibandingkan keselamatan warga.

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Longsor besar di Sumatera Barat dan banjir meluas di Aceh serta Sumatera Utara kembali memicu isu mengenai kerusakan lingkungan dan deforestasi

Gelondongan kayu yang terlihat di lokasi terdampak memunculkan dugaan aktivitas pembalakan liar di kawasan rawan bencana.

Baca juga: Vilmei Sedih, Tak Bisa Tidur Teringat Bangkai Gajah Korban Banjir di Aceh, 6 Hari Belum Dievakuasi

Komika Pandji Pragiwaksono memberikan kritik tajam terhadap pernyataan pemerintah yang sebelumnya merespons isu deforestasi dengan menyebut bahwa pembukaan lahan tidak selalu berdampak buruk.

Ia menilai respons pemerintah terhadap bencana Sumatera kali ini menunjukkan pola yang berulang, lebih mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi dibandingkan keselamatan warga.

“Presiden Republik Indonesia membuat sebuah pernyataan. Jangan takut dengan ancaman deforestasi. Kelapa sawit ya pohon. Ada daunnya kan," ungkap Pandji pada kanal YouTube miliknya, Jumat (5/12/2025). 

Menurut Pandji, pernyataan seperti ini membahayakan karena menyamakan hutan alam dengan perkebunan monokultur.


Kayu Gelondongan, Bukti Lapangan yang Sulit Dibantah

Di Sumatera Barat, banjir bandang di Agam dan Pesisir Selatan pada pekan lalu memperlihatkan tumpukan kayu besar yang terseret arus. 

Baca juga: Perdebatan Penetapan Bencana Nasional, Pandji Pragiwaksono: Pemerintah Terjebak ‘Ilmu Kepentingan

Banyak warga meyakini kayu tersebut bukan dari pepohonan yang tumbang alami.

Panji merujuk pada argumen ilmiah yang juga menyebut hal serupa.

“Dikasih ilmu pengetahuan juga. Bahwa gak mungkin yang gelondongan itu adalah pohon yang jatuh secara alami. Itu pasti adalah bukti pembalakan liar,"imbuhnya. 

Ia menegaskan bahwa fenomena alam tidak serta-merta menjadi bencana, kecuali ada manusia dan kebijakan yang memperburuk situasi.


Longsor Bukan Semata Cuaca Ekstrem

KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma (Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma)

Dalam beberapa pernyataan publik, sejumlah pejabat menyebut bahwa intensitas hujan ekstrem menjadi penyebab utama banjir dan longsor. 

Namun Pandji berpendapat bahwa hal tersebut hanya sebagian dari persoalan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved