Banjir Bandang di Sumatera
Zikri Daulay Sedih Dengar Warga Aceh Minum Air Banjir Dicampur Bubuk Teh, Ingat Tsunami 2004
Zikri Daulay mengungkapkan kesedihan mendalam atas bencana banjir parah yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Ringkasan Berita:
- Zikri Daulay sedih dengar bencana banjir parah yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
- Zikri Daulay menceritakan kondisi memprihatinkan yang dialami warga di daerah terisolir.
- Kekurangan logistik memaksa warga melakukan hal nekat demi bertahan hidup seperti minum air banjir.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemain sinetron dan film Zikri Daulay mengungkapkan kesedihan mendalam atas bencana banjir parah yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Aceh Tamiang dan Lhoksukon, Aceh Utara.
Zikri Daulay adalah artis putra daerah Aceh. Ia lahir pada 3 Mei 1995 di Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam.
Baca juga: Rehabilitasi di Aceh Capai Rp25 Triliun Lebih, BNPB: 37 Ribu Rumah hingga Fasilitas Kesehatan Hancur
Punya ikatan batin dengan Aceh, Zikri Daulay menilai dampak bencana kali ini terasa sangat luas dan menyayat hati.
Zikri Daulay menceritakan kondisi memprihatinkan yang dialami warga di daerah terisolir.
Zikri mengaku mendapat laporan bahwa krisis air bersih dan logistik memaksa warga melakukan hal nekat demi bertahan hidup.
Baca juga: Pernah Hidup di Aceh, Ariel NOAH Belum Tinjau Langsung ke Lokasi Bencana, Fokus Salurkan Bantuan
"Aku sedih pas dengar ada warga yang minum air dari banjir, cuma dikasih bubuk teh doang supaya enggak bau. Memang begitu keadaannya. Ada yang enggak makan 7 hari sampai 10 hari," kata Zikri Daulay ketika ditemui di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (7/12/2025) malam.
Zikri pernah mengalami musibAsal-usul keluarga: Zikri Daulay lahir pada 3 Mei 1995 di Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. ah Tsunami Aceh 2004. Ia membandingkan trauma masa kecilnya dengan kondisi saat ini.
Meski jenis bencananya berbeda, menurutnya cakupan wilayah yang terdampak banjir kali ini sangat luas.
"Sangat sedih banget. Aku ngerasain Tsunami 2004 waktu tanggal 26 Desember, waktu itu aku masih kecil. Menurutku sekarang lebih parah karena provinsi, kabupaten atau Kota yang terdampak jauh lebih banyak daripada saat Tsunami waktu itu," jelasnya.
Secara pribadi, keluarga Zikri juga turut terdampak. Rumah pribadinya yang dikontrakkan kepada saudaranya, serta rumah neneknya, sempat terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa.
Kendati demikian, Zokri6 bersyukur kondisi air di kediaman keluarganya kini sudah mulai surut, meskipun pasokan listrik sempat terganggu selama sepekan awal bencana.
"Aku prihatin banget, makanya kemarin aku sama keluarga ngirimin sekitar 400-an paket sembako ke Aceh. Semoga membantu," ucapnya.
Zikri Daulay berharap kondisi di Aceh segera pulih, mengingat akses menuju beberapa daerah seperti Takengon dan pedalaman Aceh Tamiang masih dilaporkan sulit ditembus baik melalui jalur darat maupun komunikasi.
"Semoga Pemerintah bisa segera mengirimkan bantuan yang banyak untuk warga di pelosok Aceh," ujar Zikri Daulay. (Ari).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/zikri-daulay_12-maret.jpg)