Lupus Bisa Picu Trombosit Turun hingga Sering Disangka DBD atau Malaria, Ini Bedanya
Lupus bukan hanya menyerang satu organ, melainkan dapat melibatkan hampir seluruh sistem tubuh, termasuk darah.
Tidak jarang pasien awalnya dirawat dengan diagnosis DBD, dinyatakan sembuh, lalu kembali mengalami demam ringan beberapa minggu atau bulan kemudian.
Kondisi ini menunjukkan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti pada perbaikan sementara, tetapi perlu melihat pola penyakit secara keseluruhan.
Meski gejala klinis memberi petunjuk awal, diagnosis lupus tidak dapat ditegakkan tanpa pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan laboratorium seperti ANA IF, ANA profile, C3, C4, darah lengkap, hingga pemeriksaan urine diperlukan untuk memastikan keterlibatan sistem imun dan organ lain.
Pendekatan ini penting agar pasien mendapatkan diagnosis dini dan penanganan yang tepat.
Dengan pengenalan sejak awal, perjalanan penyakit lupus dapat dikendalikan dan risiko kerusakan organ jangka panjang dapat ditekan.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/HARI-LUPUS-SEDUNIA-2025-rteteter.jpg)