Kangen Mpok Alpa, Hati Aji Darmaji Teriris Lihat Anaknya Demam Mengigau Panggil Mama
Ketika Al Fatih, anak Mpok Alpa, jatuh sakit, merupakan momen paling menyayat hati bagi Aji Darmaji.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di koridor Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026), raut wajah Aji Darmaji tak mampu menyembunyikan beban yang tengah dipikulnya.
Menjadi orang tua tunggal bukan perkara mudah. Apalagi ketika anak-anaknya mulai mencari sosok yang telah tiada, ibu mereka, almarhumah Mpok Alpa.
Momen paling menyayat hati bagi Aji terjadi baru-baru ini ketika salah satu putranya, Al Fatih, jatuh sakit.
Di tengah suhu tubuh yang meninggi, bocah kecil itu terus meracau. Bukan rasa sakit yang ia keluhkan, melainkan nama ibunya yang terus dipanggil.
Baca juga: Yang Dilakukan Sherly Anak Mpok Alpa Saat Dikabarkan Hilang hingga Bikin Ayahnya Panik
“Kalau rindu ya pasti. Al Fatih tuh lagi sakit, sebut-sebut nama mamanya. Badannya kan panas tuh, manggil-manggil nama Mamanya. 'Mami, Mami'. Langsung hati saya rasanya ces aja,” ungkap Aji dengan nada getir.
Bagi Aji, mendengar rintihan itu adalah ujian emosional terberat. Ia mengaku hanya bisa terdiam, merasakan sesak di dada melihat sang buah hati merindukan dekapan ibu yang tak mungkin kembali.
Kondisi kesehatan anak-anak Aji memang sedang kurang stabil.
Selain Al Fatih, si kembar Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina juga tengah berjuang melewati fase tumbuh gigi yang seringkali memicu demam.
Situasi rumah yang biasanya ramai kini berubah menjadi penuh kecemasan.
Aji harus membagi waktu dan perhatiannya secara ekstra untuk memastikan ketiga anaknya tetap mendapat perawatan terbaik di tengah absennya sosok Mpok Alpa.
Tak ditampiknya bahwa memikul peran ganda sebagai ayah sekaligus ibu terasa sangat menghimpit. Ada kelelahan yang tak bisa disembunyikan, namun ada pula keikhlasan yang terus ia pupuk.
“Kalau berat? Wah, sangat berat. Karena saya harus gantiin peran almarhumah dan peran bapak sekaligus. Ini baru pertama kali saya jalani, tapi saya tetap bahagia melakukannya untuk mereka,” tuturnya.
Meski langkahnya terasa berat, Aji memilih untuk tidak terlalu meratapi keadaan. Baginya, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan terus melangkah demi masa depan anak-anaknya.
“Kalau hidup dipikirin terus kan pusing. Kalau dijalanin, alhamdulillah, walaupun berat kayak gitu. Jalanin saja sudah,” pungkas Aji menutup pembicaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anak-mpok-alpa.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.