Aurora Ribero, Arief Didu dan Unique Priscilla Satukan Drama Keluarga di Surat ke 8
Aurora Ribero alami konflik emosi dengan Arief Didu dan Uniqe Priscilla di film drama keluarga Surat ke 8 yang angkat jarak komunikasi orangtua anak
“Dari film ini aku belajar bahwa menjadi seorang ibu itu tidak mudah," katanya.
"Ia sering menjadi perekat antara bapak, anak, dan anggota keluarga lainnya, menjaga agar komunikasi tetap berjalan dalam kondisi apa pun,” ungkap Unique.
Menurut Unique, karakter Mentari merepresentasikan banyak ibu di dunia nyata yang berjuang menjaga keseimbangan emosional keluarga, meski perasaannya sendiri kerap terpinggirkan.
Arief Didu menilai film ini menyentuh persoalan klasik dalam keluarga Indonesia keinginan orang tua yang tidak selalu tersampaikan dengan baik.
“Semua yang dilakukan seorang ayah pada dasarnya adalah cerminan dari keinginannya agar anaknya baik-baik saja," ujar Arief.
"Masalahnya, sering kali ada hal-hal yang tidak tersampaikan dengan baik, sehingga anak tidak sepenuhnya memahami isi pikiran orang tuanya,” tuturnya.
Disutradarai oleh Franklin Darmadi, film ini memotret bagaimana kata-kata yang tertunda justru mampu membuka ruang dialog yang selama ini tertutup.
“Film ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana cinta tanpa syarat itu bekerja,” ujar Franklin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DRAMAKELUARGA2222.jpg)