Sakit Campak Masih Jadi Risiko Kematian yang Tinggi, Masyarakat Wajib Ketahui Gejalanya
Memasuki awal 2026, kasus suspek campak juga masih ditemukan di berbagai wilayah, menandakan perlunya upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Ringkasan Berita:
- Campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar melalui percikan batuk maupun bersin penderita
- Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau lebih peka terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, hingga mata merah
- Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus campak masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat.
Penyakit menular ini disebut memiliki tingkat penyebaran yang sangat tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sepanjang 2025 tercatat puluhan ribu kasus suspek campak di Indonesia.
Ribuan kasus di antaranya terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, bahkan menyebabkan sejumlah kematian.
Memasuki awal 2026, kasus suspek campak juga masih ditemukan di berbagai wilayah, menandakan perlunya upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Edukasi soal pencegahan semakin digalakan termasuk lewat seminar yang diadakan di Helen's Night Mart, Semarang.
Baca juga: 10 Kematian akibat Campak Dilaporkan, Cakupan Vaksinasi Nasional Masih di Bawah Target
Dokter dari Rumah Sakit Siloam Semarang, dr. Gratia Puspa Raisa, menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar melalui percikan batuk maupun bersin penderita.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga tetap berisiko tertular.
"Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak," ujar dr. Gratia Puspa Raisa dalam seminar kesehatan bertema campak belum lama ini.
"Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan melindungi anak-anak dari risiko penyakit yang lebih berat," bebernya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau lebih peka terhadap gejala awal campak seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, hingga mata merah.
Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan.
Edukasi mengenai bahaya campak ini disampaikan dalam kegiatan seminar kesehatan yang digelar Holywings Peduli di Helen’s Night Mart Semarang.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan layanan cek kesehatan massal gratis untuk masyarakat Kelurahan Tegalsari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Imunisasi-1-11052026.jpg)