Drama korea
Sempat Tuai Kritik dan Seruan Boikot, Drama Can This Love Be Translated? Tetap Tayang, Ini Alasannya
Sempat menuai kritik dan seruan boikot, drama Can This Love Be Translated? tetap tayang di Netflix. Simak alasannya dalam artikel berikut ini.
Ringkasan Berita:
- Can This Love Be Translated? menuai kecaman netizen Korea setelah diumumkannya aktor Jepang Sota Fukushi sebagai salah satu pemeran, terkait isu sejarah sensitif.
- Seruan boikot meluas di media sosial, dipicu pernyataan lama Sota Fukushi yang dinilai kurang sensitif oleh sebagian publik Korea Selatan.
- Meski kontroversi terus bergulir, Netflix dan tim produksi tetap menayangkan drama ini sesuai jadwal, menandai keyakinan mereka pada kekuatan cerita dan produksi.
TRIBUNNEWS.COM - Drama Korea terbaru garapan Netflix kembali menyita perhatian publik.
Namun alih-alih menuai pujian, Can This Love Be Translated? justru terseret arus kontroversi dan kritik tajam dari netizen Korea Selatan.
Sejak pertama kali diumumkan, drama ini sempat disambut dengan antusiasme tinggi. Kombinasi genre romansa, jajaran pemain ternama, hingga label Netflix membuat ekspektasi publik melambung. Sayangnya, respons yang muncul belakangan justru berbanding terbalik dengan harapan awal.
Gelombang kecaman dari warganet Korea kian deras dan membuat drama ini terus menjadi bahan perbincangan. Berbagai alasan dianggap mendasar dan sensitif, hingga memicu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya membuat Can This Love Be Translated? menuai penolakan?
Awal Mula Seruan Boikot Can This Love Be Translated?
Mengutip MyDramaList, Can This Love Be Translated? mengisahkan romansa tak terduga antara artis papan atas Cha Mu-hee (Go Yoon Jung) dan penerjemah pribadinya, Ju Ho-jin (Kim Seon Ho). Hubungan keduanya bermula dari urusan profesional, sebelum perlahan berubah menjadi ikatan emosional yang lebih dalam.
Seiring alur cerita berjalan, dinamika hubungan mereka kian rumit. Perbedaan latar belakang, tekanan dunia hiburan, serta konflik batin masing-masing tokoh membuat kisah cinta tersebut jauh dari kata sederhana.
Namun, perhatian publik tak hanya tertuju pada jalan cerita. Kontroversi mulai mencuat setelah diumumkannya aktor Jepang Sota Fukushi sebagai salah satu pemeran dalam drama ini.
Keputusan tersebut memantik kemarahan sebagian netizen Korea Selatan. Mereka menyoroti rekam jejak pernyataan Fukushi di masa lalu yang dianggap sensitif secara historis.
Berdasarkan laporan dari laman Preview, warganet kembali mengungkit pernyataan Fukushi terkait pasukan kamikaze Jepang, yang ia sampaikan dalam program Fuji TV Please Teach Us About War pada 15 Agustus 2015. Dalam acara tersebut, Fukushi juga menyinggung kisah kakeknya yang terlibat dalam Perang Pasifik tahun 1941.
Isu sejarah yang masih menjadi luka bagi masyarakat Korea Selatan itu dinilai memperkeruh suasana. Bagi sebagian pihak, kehadiran aktor Jepang dalam drama romansa Korea dianggap tidak sensitif dan kurang pantas.
Baca juga: Cerita Kim Seon Ho Belajar 3 Bahasa Asing demi Peran di Drama Korea Can This Love Be Translated?
Sejak saat itu, seruan boikot terhadap Can This Love Be Translated? mulai bergulir. Ajakan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan dengan cepat menjadi tren, diikuti oleh banyak pengguna daring.
Reaksi Netizen dan Cap Negatif untuk Sota Fukushi
Di Jepang, pengakuan Sota Fukushi dalam program televisi tersebut sempat mendapat sambutan positif. Ia dipuji karena dianggap jujur dan menunjukkan rasa hormat kepada generasi terdahulu.
Namun situasinya berbeda di Korea Selatan. Tayangan tersebut justru menuai kritik keras. Banyak warganet menilai pernyataan Fukushi kurang sensitif dan dianggap mengabaikan sisi kelam sejarah militer Jepang.
Kontroversi itu kembali mencuat ketika Fukushi diumumkan terlibat dalam Can This Love Be Translated?. Latar belakang sejarah panjang antara Jepang dan Korea Selatan membuat kehadirannya menjadi sorotan tajam.
Reaksi keras pun bermunculan. Tak sedikit netizen yang melontarkan ajakan boikot, bahkan sebagian memberikan label negatif dengan menyebut Fukushi sebagai “aktor sayap kanan”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Cuplikan-adegan-drama-korea-Can-This-Love-Be-Translated.jpg)