Singgung Utang Sejarah, Wanda Hamidah: Diam soal Palestina Mengkhianati UUD dan Pendiri Bangsa
Wanda Hamidah dikenal vokal dalam menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina, baik melalui aksi lapangan maupun advokasi di media sosial.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris dan aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari utang sejarah bangsa yang tidak boleh dilupakan.
Hal tersebut disampaikan Wanda Hamidah saat menjadi pembicara dalam acara Road To Ramadhan #BikinBahagia yang digelar oleh Rumah Zakat di M Bloc Space, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Wanda Hamidah menuturkan, sikap Indonesia terhadap Palestina sejatinya telah jelas sejak awal berdirinya bangsa, bahkan tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi.
“Pertama, kita punya utang terhadap Palestina. Di amanat undang-undang dasar kita jelas bahwa penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Jadi kita enggak boleh mengkhianati undang-undang,” kata Wanda.
Baca juga: Wanda Hamidah Ajak Masyarakat Renungkan Makna Hari Pahlawan
Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina telah diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, termasuk tokoh-tokoh nasional yang sejak awal berdiri membela kemerdekaan.
“Para pendiri bangsa kita, presiden, wakil presiden, dan tokoh-tokoh yang tergabung dalam BPUPKI, semuanya mendukung kemerdekaan Palestina, seperti Palestina juga mendukung kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Wanda, sikap tegas Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina merupakan cerminan nilai kemanusiaan dan keadilan yang harus terus dijaga, terlebih mengingat Indonesia pernah merasakan pahitnya penjajahan.
“Indonesia itu standing point-nya jelas, semua negara di muka bumi harus merdeka. Kita tahu rasanya dijajah seperti apa,” pungkasnya.
Wanda Hamidah dikenal sangat vokal dalam menyuarakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina, baik melalui aksi lapangan maupun advokasi di media sosial.
Pada September 2025, Wanda bergabung sebagai delegasi Indonesia dalam konvoi Global Sumud Flotilla untuk menembus blokade Israel di Gaza.
Misinya membawa bantuan vital seperti susu formula, makanan, alat penyaring air, dan mesin oksigen.
Ia juga berpartisipasi dalam gerakan solidaritas internasional Global March to Gaza.
Bersama relawan lainnya, ia bertolak ke Mesir untuk melakukan aksi jalan kaki sejauh puluhan kilometer menuju perbatasan Rafah sebagai bentuk tekanan moral untuk membuka blokade Gaza.
Wanda secara konsisten menyuarakan gerakan boikot terhadap produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.
Ia juga aktif mengikuti berbagai aksi yang digelar oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP).
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)