Ramadan Kedua Tanpa Marissa Haque, Ini yang Buat Ikang Fawzi Kasihan kepada Putrinya
Kepergian Marissa membawa perubahan besar dalam dinamika keluarga penyanyi sekaligus musisi Ikang Fawzi.
Ringkasan Berita:
- Marissa Haque, istri musisi Ikang Fawzi, meninggal dunia pada Oktober 2024
- Tanpa Marissa, Ikang perlahan belajar menata kembali tradisi ramadan bersama kedua putrinya
- Kepergian Marissa membawa perubahan besar dalam dinamika keluarga. Ikang melihat sendiri bagaimana anak-anaknya berusaha mengambil peran lebih besar di rumah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun ini Ikang Fawzi kembali menjalani bulan suci tanpa kehadiran sang istri tercinta, Marissa Haque, yang meninggal dunia pada Oktober 2024 lalu.
Tahun ini menjadi tahun kedua bagi Ikang merasakan Ramadan dengan suasana yang berbeda di dalam rumahnya.
Ikang perlahan belajar menata kembali tradisi ramadan bersama kedua putrinya.
Jika sebelumnya hampir semua persiapan dilakukan bersama sang istri, kini ia dan anak-anak harus saling menguatkan.
“Aku sama anak-anak, terus mempersiapkan ya kan yang tadinya segala sesuatunya bareng sama istri aku kan," ujar Ikang Fawzi di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, belum lama ini.
Baca juga: Ikang Fawzi Santai Lagunya Dibawakan Penyanyi Lain, Fokus Perjuangkan Transparansi Royalti
"Jadi aku mulai dari Ramadan kemarin tuh aku udah nggak sama istri aku, tahun kedua ini, dan ya mau nggak mau anak-anak nemenin,” sambung Ikang.
Kepergian Marissa membawa perubahan besar dalam dinamika keluarga. Ikang melihat sendiri bagaimana anak-anaknya berusaha mengambil peran lebih besar di rumah.
Mereka mencoba membantu, bahkan seolah menggantikan sosok ibu yang selama ini mengurus mereka bersama Ikang.
“Jadi anak-anak kasihan nih aku kadang-kadang lihat, dia udah punya tanggung jawab kayak menggantikan peran istri saya gitu," bebernya sambil tersenyum.
"Sebenarnya mereka berusaha sekali. Tapi aku juga nggak tega aja sih,” ungkapnya.
Meski terharu melihat usaha anak-anaknya, Ikang tak ingin beban itu menjadi sesuatu yang memberatkan.
Baginya, ramadan tetap harus dijalani dengan rasa syukur dan keikhlasan, bukan dengan kesedihan yang berlarut.
“Jadi nggak usah membuat itu menjadi rumitlah. Tapi jadi nikmat bulan Ramadan ini,” tuturnya.
Di tengah kehilangan yang masih terasa, Ikang Fawzi memilih memaknai ramadan sebagai momen untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus mempererat ikatan dengan anak-anaknya.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)